#narkoba#kriminal#beritalampung#persidangan

Kendalikan Sabu 41,6 Kg, Warga Aceh Besar Dituntut Hukuman Mati

( kata)
Kendalikan Sabu 41,6 Kg, Warga Aceh Besar Dituntut Hukuman Mati
Jaksa Roosman Yusa. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Muntasir (37) warga Desa Gampong Meunasah Mayang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum Roosman Yusa dalam persidangan virtual dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat, 3 Juli 2020.

"Sesuai Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor: 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, maka meminta menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muntasir dengan pidana mati," ujarnya.

Kemudian kasus tersebut berkembang ke Hatami alias Tami alias Iyong (33) warga Telukbetung Selatan, Supriyadi alias Udin (33) warga Telukbetung Selatan, dan Jefri Susandi (41) warga Perumahan Puri Hijau, Kecamatan Kedaton yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

Jaksa menyatakan barang bukti milik terdakwa yakni berupa 40 bungkus plastik alumunium foil warna merah dan kuning berukuran besa berisikan kristal putih dengan berat keseluruhan 41.608,06 gram.

Sebelumnya BNNP Lampung menangkap Muntasir dari hasil pengembangan jaringan pengiriman sabu seberat 41,6 kilo di Lampung.

Awalnya BNNP Lampung mengamankan Suhendra alias Midun (38) warga Jalan Gunung Kunyit yang juga dituntut hukuman mati oleh JPU dan Irfan Usman (38) warga Baktiya Baret, Aceh Utara yang mati tembak di tempat.

Sementara itu, Ahmad Kurniadi dan Putri Septia dari Pusat Bantuan Hukum Peradi Bandar Lampung mengatakan tuntutan yang diberikan JPU terlalu berat kepada klienya, dikarenakan mereka termaksud korban jaringan.

"Kita mengusahakan yang terbaik buat para terdakwa. Menurut kita terlalu tinggi apalagi Suhendra dan Muntasir baru pertama kali dan merupakan korban jaringan," imbuhnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar