#SNPMB

Kenali SNPMB, Model Baru Masuk PTN Mulai 2023

Kenali SNPMB, Model Baru Masuk PTN Mulai 2023
SNMPTN. MI/Arya Manggala


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengubah model seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai 2023. Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tak lagi digunakan. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Pemendikbudristek) Nomor 48 Tahun 2022, jalur masuk PTN kini bernama Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Penerimaan mahasiswa baru kini juga tak lagi diurus Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), tetapi ada lembaga khusus, yakni Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3).

Dalam SNPMB bakal ada tiga jalur masuk.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

Jalur masuk melalui SNBP ialah pengganti dari SNMPTN. SNBP akan berfokus pada pemberian penghargaan tinggi atas kesuksesan pembelajaran menyeluruh di pendidikan menengah.

Seleksi melalui pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran. Dengan pemberian bobot tinggi ini, diharapkan peserta didik terdorong berprestasi di seluruh mata pelajaran secara holistik. Sedangkan, pembobotan sisanya, maksimal 50 persen diambil dari komponen penggali minat dan bakat.

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Seleksi ini sebelumnya dikenal dengan SBMPTN. Tes akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. 

Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran. Peserta hanya akan menjalani tes skolastik yang mengukur empat hal, yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris.

Soal-soal di seleksi SNBT akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan.

3. Jalur Mandiri

Pemerintah tidak mengubah banyak hal di jalur mandiri. Namun, Kemendikbudristek mewanti PTN agar menggelar seleksi mandiri dengan transparan.

Ada beberapa hal yang mesti dipenuhi PTN sebelum menggelar jalur mandiri. Pertama, PTN wajib mengumumkan jumlah mahasiswa yang akan diterima masing-masing program studi (prodi) dan fakultas.

Kedua, PTN wajib mengumumkan metode penilaian calon mahasiswa secara transparan, baik melalui tes mandiri atau kerja sama melalui konsorsium, memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional, dan lain-lain.

Ketiga, mengumumkan besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan kepada calon mahasiswa. Keempat, calon mahasiswa atau masyarakat diberikan akses untuk melaporkan melalui kanal pelaporan whistleblowing system Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.

Calon mahasiswa atau masyarakat dapat melapor apabila menemukan bukti permulaan atas pelanggaran pengaturan dalam proses seleksi melalui wbs.kemendikbud.go.id atau kemdikbud.lapor.go.id.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait