#Covid-19#vaksinasi

Kenaikan Kasus Covid-19 di Lampura Dimonitor Menkes

Kenaikan Kasus Covid-19 di Lampura Dimonitor Menkes
Vaksinasi yang dilaksanakan di Polresta Bandar Lampung. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beberapa negara melaporkan adanya kenaikan kasus penularan covid-19 jelang akhir tahun 2021. Ini menjadi sinyal bagi dunia, termasuk Indonesia untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara baik darat, laut, maupun udara.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mempelajari kenaikan kasus secara signifikan setiap usai libur panjang. Pasalnya, momen tersebut kerap dibarengi dengan mobilitas dan interaksi masyarakat yang meninggi.

“Guna menekan penularan kasus yang kian meluas. Mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah akan memberlakukan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Selasa, 30 November 2021.  

Baca: Kasus Covid-19 di Lampura Bertambah 8 Pasien Sepanjang November

 

Dilaporkan total ada 19 kabupaten/kota yang telah mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda. Dua daerah adalah Fakfak dan Purbalingga dalam kurun waktu empat minggu berturut-turut.

''Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,'' kata Menkes.

Selanjutnya, kata Menteri Budi, ada pula Lampung Utara (Lampura) yang sudah naik tiga minggu berturut-turut. Sementara 16 kota lainnya mengalami kenaikan selama dua minggu. 

''Walaupun jumlahnya masih kecil, serta positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tetapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,'' terangnya.

Menurut Menkes, kenaikan ini salah dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi, serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19.

''Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testing-nya sangat rendah,'' ujarnya.

Untuk itu, Menkes Budi meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan prokes, serta menggenjot cakupan vaksinasi, terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar covid-19.

“Terkait dengan vaksinasi, per 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama, 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua dan 1,2 juta tenaga kesehatan sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster),” katanya.

Dalam tiga minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya disebabkan adanya ketakutan masyarakat menggunakan vaksin yang tersedia terutama vaksin dengan platform mRNA.

Menkes meminta masyarakat untuk segera vaksinasi covid-19. 

''Tidak usah khawatir vaksin ini terbukti aman, jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,'' kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait