#beritalampung#beritalampungterkini#harganaik#sembako#ekonomi

Kenaikan Harga Sembako Pengaruhi Pendapatan Pedagang

Kenaikan Harga Sembako Pengaruhi Pendapatan Pedagang
Icin, seorang pedagang sembako di Pasar Bandarjaya, Lampung Tengah, saat menimbang telur ayam ras, Kamis, 1 Desember 2022. Lampost.co./Tedjo Waluyo


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sejumlah harga sembako di beberapa pasar tradisional di Lampung Tengah kembali naik. Kondisi itu membuat pendapatan pedagang menurun karena daya beli masyarakat ikut turun.

Di Pasar Bandarjaya, pedagang menjual telur Rp30 ribu/kg dari harga semula Rp25 ribu. “Sudah seminggu harga telur ayam ras naik Rp5 ribu per kilo, biasanya kami menjual Rp25 ribu. Kenaikannya mulai hari ini menjadi Rp30 ribu/kg," ujar Icin, seorang pedagang sembako, Kamis, 1 Desember 2022.

Kenaikan harga telur disebabkan kelangkaan stok di distributor wilayah Lampung Tengah. Hal itu membuat pedagang kesulitan memperoleh barang dagangan sehingga harganya dinaikkan.

Baca juga: Ekspor Provinsi Lampung Oktober 2022 Meningkat 15,90 Persen 

Selain harga telur sejumlah harga sembako mulai naik, seperti harga minyak curah dari Rp12.500 per liter sekarang menjadi Rp14 ribu dan gula pasir dari Rp14 ribu/kg naik jadi Rp15 ribuan per kilonya. Begitu juga harga sayur sayuran ikut naik walaupun kenaikannya tidak signifikan.

“Harga minyak goreng curah dan kemasan, gula, dan tepung juga naik dengan keniakan berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000," katanya.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan juga diduga karena mendekati Hari Raya Natal. Harga semua kebutuhan sehari-hari sudah naik sejak awal Desember sampai nanti menjelang pergantian tahun .

“Kenaikan sembako juga memberikan dampak bagi kami para pedagang. Sebab, minat beli masyarakat juga menurun yang emngakibatkan omzet penjualan sehari- hari turun 10 persen," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait