rokokcukai

Kenaikan Cukai Rokok 12,5 Persen Dinilai Cukup Adil

Kenaikan Cukai Rokok 12,5 Persen Dinilai Cukup Adil
Ilustrasi kenaikan tarif cukai tembakau - - Foto: MI/ Bagus Suryo


Jakarta (Lampost.co) -- Kebijakan pemerintah dalam menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) tahun depan dinilai cukup adil. Bahkan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen merupakan keputusan yang berani di tengah pandemi covid-19.

"Ini kami apresiasi, cukup adil. Kenaikan cukai rokok 12,5 persen dan cukai rokok kretek mesin naik rata-rata 16-18 persen, ini tindakan keberanian," kata Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Hasbullah Thabrany dalam webinar di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020.

Hasbullah menambahkan keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan keberpihakan kepada generasi muda. Sementara di sisi lain, ia tak melupakan para buruh rokok dan petani tembakau dengan tidak menaikan cukai untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Ini (kenaikan cukai rokok) keberpihakan kepada generasi muda. Untuk SKT tidak naik, ini kami bisa pahami. Karena SKT ini berhubungan dengan tenaga kerja, kompleksitas masalah tenaga kerja," ungkapnya.

Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Indonesia (UI) Abdillah Ahsan menambahkan kenaikan cukai rokok diharapkan membuat harga rokok semakin mahal. Tentunya ini akan berdampak pada penurunan prevalensi merokok anak dan remaja.

"Harga Jual Eceran (HJE) akan naik sekitar 13 sampai 16 persen, HJE akan sesuai dengan kenaikan cukai. Kami berharap harga ditingkat konsumen menjadi cukup tinggi. Kan ada harga banderol, harga transaksi pasar, harga yang dibeli konsumen," ujarnya.

Sri Mulyani sebelumnya menetapkan segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) Golongan I akan mengalami kenaikan CHT sebesar 18,4 persen. Sedangkan untuk SPM Golongan IIA kenaikannya sebesar 16,5 persen dan SPM Golongan IIB akan mengalami kenaikan 18,1 persen.

Selanjutnya, untuk segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I akan mengalami kenaikan CHT sebesar 16,9 persen. Kemudian SKM Golongan IIA kenaikannya adalah 13,8 persen dan SKM Golongan IIB akan terjadi kenaikan CHT sebesar 15,4 persen.

Sementara itu, pemerintah menetapkan tidak ada kenaikan cukai rokok untuk industri jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) alias tarif cukainya tidak berubah. Keputusan untuk mempertahankan tarif cukai SKT adalah pertimbangan tenaga kerja yang besar.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait