#KPK#Korupsi

Jumlah Pajak yang `Disulap` Angin Prayitno Dihitung Ulang

Jumlah Pajak yang `Disulap` Angin Prayitno Dihitung Ulang
Ilustrasi. Google Images


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menghitung ulang pajak penyuap mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji. Angin diduga mengatur pajak 'kliennya' agar bisa lebih murah.

"Sedang dilakukan pemeriksaan ulang untuk melihat adanya potensi penerimaan yang menjadi hak negara yang belum disetorkan ke kas negara," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu Sumiyati di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.

Baca juga: KPK Tetapkan Enam Tersangka Korupsi Ditjen Pajak Kemenkeu

Menurut dia, Kemenkeu akan memastikan para penyuap Angin membayar pajak sesuai dengan nominal kewajibannya. Pajak itu dibutuhkan untuk pembangunan negeri dan penanganan covid-19.

Sumiyati juga menjamin penghitungan ulang pajak tidak akan diwarnai korupsi lagi. Penghitungan ulang itu bakal dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

"Tim pemeriksa ini tidak hanya terdiri dari pejabat fungsional pemeriksa pajak dari DJP tapi juga melibatkan fungsional penilai pajak, unsur kepatuhan internal, dan juga Inspektorat Jenderal Kemenkeu," ujar Sumiyati.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diminta terus memantau penghitungan ulang itu. Sumiyati tidak ingin korupsi pajak terjadi lagi di Kemenkeu.

"KPK juga memberikan informasi yang diperlukan dalam proses pemeriksaan ini," tutur Sumiyati.

Angin menjadi tersangka bersama dengan lima orang lainnya. Mereka di antaranya Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani; dan dua konsultan pajak salah satu perusahaan di Lampung, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

Kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo turut menjadi tersangka. Keenamnya diduga kongkalikong memanipulasi pajak demi keuntungan pribadi.

Angin dan Dadan diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengakomodasi perubahan jumlah kewajiban pajak sesuai keinginan penyuap. Keduanya bersekongkol memeriksa pajak tidak sesuai aturan.

Angin diduga menerima Rp15 Miliar dari salah satu perusahaan di Lampung selama Januari sampai Februari 2018. Dia juga diduga terima SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar dari PT BPI di pertengahan 2018. Selain itu, dia diduga disogok SGD3 juta dari PT JB pada Juli sampai September 2018.

Dia dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun di 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait