#mudik#lebaran#vaksin#vaksinasi

Kemenkes Minta Pemudik Tidak Tunda Vaksinasi Booster

Kemenkes Minta Pemudik Tidak Tunda Vaksinasi Booster
Vaksinasi lansia di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu, 23 Maret 2022. Lampost.co/Febi Herumanika


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksinasi booster menjadi syarat untuk melakukan mudik lebaran tahun 2022. Masyarakat diminta untuk tidak menunda vaksinasi booster agar saat mudik sudah tercipta antibodi dalam tubuh.

Antibodi mulai terbentuk pada 1 sampai 2 minggu pasca vaksinasi booster. Pemerintah meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster jauh-jauh hari  sebelum mudik sesuai jadwalnya. 

Di samping itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI siapkan pos layanan vaksinasi booster di jalur mudik untuk mempermudah pemudik mendapatkan vaksinasi tersebut. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki jadwal vaksinasi booster tepat saat mudik lebaran.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemberian vaksinasi pada pos mudik itu sebagai upaya terakhir. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap melakukan vaksinasi booster sebelum mudik supaya perlindungan imunitas sudah ada saat melakukan mudik.

"Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kita mau mudik nyaman dan aman hendaknya segera vaksin booster, jangan dipaksain vaksinasi booster pada saat mudik sehingga menghindari penumpukan keramaian di tempat vaksin," katanya pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa, 12 April 2022.

Siti Nadia melanjutkan untuk jumlah dan penempatan pos akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, TNI, dan Polri. Karena terkait persediaan SDM dan pengelolaan rantai dingin vaksinnya.

Menurutnya, jumlah vaksin yang disediakan pada saat mudik lebaran ini disesuaikan dengan jumlah pos mudik. Sebagai contoh pos mudik besar bisa mencapai 1.000 dosis, sementara posko kecil mungkin sekitar 150 sampai 300 dosis.

Baca juga: Demi Mudik Lebaran, Vaksinasi Booster Mulai Diminati Warga Lamsel

Selanjutnya, jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) prosedur penanganan KIPI tetap disiapkan.

"Jadi akan ada ambulans yang standby yang nanti akan membawa kalau memang ada kasus KIPI yang tentunya sesuai kriteria butuh perawatan di rumah sakit. Tapi kalau KIPI nya ringan cukup dengan minum pereda nyeri seperti paracetamol," tambahnya.

Selain itu untuk para pengelola berbagai moda transportasi Kemenkes meminta untuk memastikan semua pengemudi dan juga staf pendukungnya sudah mendapatkan vaksinasi booster sesuai jadwalnya sebelum masa mudik.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email : kontak@kemkes.go.id.
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait