#alutsista#pertahananindonesia

Kemenhan Buat 3 Formulasi Pengadaan Alutsista

Kemenhan Buat 3 Formulasi Pengadaan Alutsista
Juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membuat sejumlah formulasi pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk 25 tahun ke depan. Formulasi tersebut dimasukkan dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

"Pak Menhan (Menteri Pertahanan Prabowo Subianto) mencari formulasi caranya agar memiliki postur pertahanan yang ideal. Dibuatlah berbagai formulasi," kata Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

Formulasi pertama, yaitu dengan anggaran besar. Dia mencontohkan anggaran besar dengan angka US$124.995.000.000 atau setara Rp1,7 kuadriliun. "Dengan anggaran ideal sekitar US$124 miliar, itu contoh," ujar dia.

Opsi kedua, yaitu setengah dari Rp1,7 kuadriliun dan opsi terakhir dengan anggaran minimalis.

Dahnil mengatakan opsi tersebut bakal dibahas Prabowo dengan sejumlah pihak. Di antaranya, DPR melalui Komisi I.

Selain itu, opsi pembiayaan alpalhankam bakal dibahas dengan pembantu Presiden Joko Widodo lainnya, seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

"Dan BUMN (Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir) dengan harapan kita mendapat postur pertahanan yang terbaik, disesuaikan dengan kapasitas keuangan," ujar dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait