koronawabahkoronacoronavirusponpes

Kemenag Evaluasi Belajar Tatap Muka Ponpes di Lampura

Kemenag Evaluasi Belajar Tatap Muka Ponpes di Lampura
Ilustrasi: Antara Foto


KOTABUMI (Lampost.co) -- Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Utara akan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) di tingkat pondok pesantren. Hal ini menyusul peningkatan kasus baru di salah satu ponpes di Kecamatan Abung Selatan yang menggelar KBM secara tatap muka langsung.

"Kita akan meninjau langsung kegiatan belajar tatap muka langsung. Untuk pondok pesantren tidak melaksanakan daring," kata Plt Kakan Kemenag Lampura, Erwinto, Selasa, 1 Desember 2020.

Menurut Erwinto, pihaknya telah memberikan arahan untuk memberhentikan pelaksanaan KBM secara langsung, namun di lapangan masih belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Apalagi ada anjuran dari gugus tugas untuk melakukan daring dalam proses belajar mengajar siswanya.

"Anjuran itu sedari awal kita laksanakan, tapi di lapangan demikian. Sehingga kami akan segera menutup, dan mengajurkan secara daring," terangnya.

Erwinto, menjelaskan untuk pondok pesantren yang melaksanakan tatap muka langsung ada lima di Lampura. Salah satunya adalah ponpes yang terimbas covid-19, ada 37 santri yang terpapar korona. Setelah sebelumnya ada 15, berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten.

Sekretaris Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura, Maya Manan, melalui Plt Kabid P2 Dinkes Lampura, Dian Mauli menambahkan penambahan kasus di klaster pondok pesantren terjadi setelah kasus pertama muncul. Yakni 15 santri terpapar, setelah itu pihaknya melaksanakan tracing kepada 60 orang.

"Didapatlah hasil itu, untuk tracking berikutnya kita akan melihat kondisi di lapangan. Kalau ada pihak wali murid melapor akan kita laksanakan," tambahnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait