#BOCAHTENGGELAM#BANDARLAMPUNG

Kematian Anak di Kolam Renang Labuhandalam Terus Diselidiki

Kematian Anak di Kolam Renang Labuhandalam Terus Diselidiki
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung telah memasang garis polisi di kolam renang Pratama di kelurahan Labuhandalam, Kecamatan Tanjungsenang, Bandar Lampung, Rabu, 24 November 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung membackup Polsek Tanjungsenang untuk melakukan penyelidikan insiden tewasnya anak berinisial MZ (6), warga Natar. Ia tewas tenggelam di kolam renang Pratama sedalam 180 cm, di Jalan Flamboyan, Kelurahan Labuhandalam, Tanjungsenang, Bandar Lampung. 

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana mengatakan, pihaknya ikut membantu Polsek Tanjungsenang menyelidiki kasus tersebut untuk mencari penyebab tewasnya anak dan unsur pidananya.

"Masih dalam penyelidikan,"kata Devi di ruang kerja, Senin, 29 November 2021. 

Menurutnya, polisi telah melakukan penyelidikan selama enam hari atas insiden tewasnya anak tersebut. Hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan Polsek maupun Polresta Bandar Lampung.

"Belum (tersangka), saat ini masih tahap pemeriksaan atau meminta keterangan saksi-saksi," ujar Devi. 

Baca juga: Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Labuhandalam

Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian. Termasuk pihak TK RA Aulia, Natar, Lampung Selatan dan pemilik usaha kolam renang Pratama. 

"Masih berjalan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Baik dari sekolah, orang tua korban, maupun pengelola kolam renang," kata Devi.

Ditanya kemungkinan adanya kelalaian pihak kolam renang terkait pengawasan dan lain-lain, Devi mengaku belum bisa berkomentar banyak. 

Pasalnya, hingga kini penyelidikan masih berjalan. "Belum dapat disimpulkan karena masih penyelidikan," ujarnya. 

Di sisi lain, Kapolsek Tanjungsenang, Ipda Rosali menjelaskan, setidaknya sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan. Menurut Rosali, saksi yang sudah dimintai keterangan yakni orang yang berada saat kejadian berlangsung.

"Sudah kami periksa sekitar enam saksi, termasuk dua dari pihak sekolah," kata Rosali.

Namun, Rosali belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan sementara. Sebab pihaknya juga melibatkan Satreskrim Polresta Bandar Lampung. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait