#Kesehatan#VirusKorona

Kematian akibat Covid-19 di AS Diestimasi 500 Ribu pada Februari

( kata)
Kematian akibat Covid-19 di AS Diestimasi 500 Ribu pada Februari
Pemandangan salah satu sudut kota New York di AS. (Foto: AFP)


Washington (Lampost.co) -- Jumlah kematian akibat virus korona (covid-19) di Amerika Serikat diestimasi dapat melampaui 500 ribu pada Februari 2021, kecuali jika sebagian besar warga AS memakai masker wajah. Demikian estimasi kelompok ilmuwan dari Institute Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) dari University of Washington.

Jajaran ilmuwan IHME mengatakan bahwa musim dingin akan mendorong banyak warga AS untuk tetap berada di rumah. Menurut mereka, covid-19 akan menyebar lebih cepat di dalam ruangan tertutup, terutama yang ventilasi udaranya buruk.

Secara nasional, AS mencatat 76 ribu lebih kasus covid-19 pada Kamis kemarin yang hampir menyamai rekor infeksi harian 77.299 pada 16 Juli. Hanya India yang mencatat kasus harian lebih tinggi dari AS, yakni 97.894 pada 17 September.

"Kita sedang bergerak menuju lonjakan (covid-19 di) musim gugur/dingin," ucap Direktur IHME Chris Murray, dikutip dari laman Al Jazeera pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

Menurut IHME, estimasi angka kematian akibat covid-19 di AS dapat turun hingga 130 ribu jika 95 persen warga AS memakai masker. Seruan IMHE sejalan dengan rekomendasi Dr Anthony Fauci, Direktur Institut Alergi dan Penyakit Nasional Nasional AS.

Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengaitkan lonjakan kasus covid-19 di level nasional dengan perilaku individu warga. "Perkumpulan di dalam rumah telah menjadi vektor utama dalam penyebaran penyakit (covid-19)," tutur Azar.

Saat ditanya mengenai klaim Presiden Donald Trump mengenai AS yang mulai berhasil mengendalikan pandemi, Azar mengatakan kepada CNN bahwa sang presiden hanya ingin memberikan harapan kepada warga Negeri Paman Sam.

Pennsylvania, negara bagian kunci dalam pemilihan umum presiden AS pada 3 November mendatang, telah mencatat lonjakan kasus harian covid-19 sejak awal pandemi. "Lonjakan kasus harian ini setara dengan yang terjadi pada April 2020," sebut Departemen Kesehatan Pennsylvania.

Lonjakan serupa juga terjadi di Alaska, Arkansas, Illinois, North Carolina, North Dakota, Ohio, Oregon, Rhode Island, South Dakota, Tennessee, Utah, Wisconsin, dan Wyoming.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Berita Terkait


Komentar