senam

Kemampuan Dua Pesenam Putri Selama TC di Bulgaria Meningkat

Kemampuan Dua Pesenam Putri Selama TC di Bulgaria Meningkat
Dua pesenam putri Lampung, Sutjiati Kelanaritma Narendra dan Tri Wahyuni, saat menjalani pemusatan latihan di Bulgaria. (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua pesenam Lampung yang sedang menjalani pelatihan di Bulgaria mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam berbagai hal. Kondisi kedua pesenam, Sutjiati Kelanaritma Narendra dan Tri Wahyuni, pun dalam kondisi baik. 

"Alhamdulillah, kondisinya baik. Perkembangan selama menjalani latihan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kini tinggal peningkatan elemen gerakannya saja. Kalau melihat perkembangannya, kedua pesenam memiliki harapan yang bagus," ujar pelatih senam ritmik Lampung Yulianti, akhir pekan lalu. 

Ratu Senam Lampung itu menjelaskan kedua pesenam memang dipersiapkan untuk PON di Papua dan SEA Games di Vietnam. Dalam pemusatan latihan tersebut, keduanya mendapat latihan untuk meningkatkan elemen gerakan dan teknik, baik itu body diff dan aparatus element. 
 
"Keduanya menerima pelatihan untuk meningkatkan gerakan dan teknik. Keduanya sangat penting untuk meningkatkan kemampuan agar mereka yang akan bertanding di SEA Games dan PON mendatang dapat lebih bersaing," ujarnya. 

Selama menjalani pelatihan, pesenam juga mengikuti kejuaraan tingkat lokal. Keikutsertaan tersebut sekaligus mengukur kemampuan pesenam.

"Beberapa hari lalu, kami mengikutsertakan Tri dalam sebuah kejuaraan kecil. Kami hanya menurunkan satu pesenam karena Suci lututnya agak sakit, tetapi bukan cedera dan sekarang sudah pulih," katanya. 

Kejuaraan tersebut diikuti pesenam dari 20 negara sehingga persaingan untuk kategori senior A cukup ketat. Namun, Tri Wahyuni mampu menempati posisi ketiga dengan perunggu di bawah pesenam Amerika, Naomi Skotnikov dan Victoria Berova dari Bulgaria.

"Tri mampu bersaing dengan peserta lain dari 20 negara dan merebut perunggu. Alhamdulillah ini perkembangan yang luar biasa," katanya.

Dia mengatakan tidak memaksakan anak asuhnya untuk berkompetisi dengan ketat. Sebab, target utamanya adalah merebut medali di PON XXI Papua.

"Memang untuk mengukur kemajuan dalam berlatih salah satunya dengan mengikuti kejuaraan. Namun, kami tidak memaksakan mereka ikut setiap ada kejuaraan karena sasaran utamnya adalah di PON Papua. Memang butuh waktu lama bagi kedua pesenam untuk menguasai elemen gerak," ujarnya. 

Dia menambahkan di Bulgaria juga sedang menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait dengan pandemi Covid-19. Kesehatan kedua pesenam pun mendapat perhatian yang sangat ketat. "Sama seperti di Indonesia, di sini juga sedang PSBB. Jadi kesehatan kedua pesenam juga mendapat perhatian yang sangat ketat," katanya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait