#covid-19#viruskorona#viruscorona

Keluarga Tolak Pasien Meninggal Dinyatakan Suspect Covid

( kata)
Keluarga Tolak Pasien Meninggal Dinyatakan Suspect Covid
Suasana di halaman depan Rumah Sakit Graha Husada saat tim Satgas Covid-19 Bandar Lampung datang ke lokasi. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Graha Husada, Bandar Lampung, dinyatakan meninggal dengan suspect (diduga) Covid-19. Namun, informasi yang didapat, keluarga menolak kalau pasien meninggal akibat positif Covid-19.

Berdasarkan informasi yang didapat Lampost.co, keluarga korban sempat bersitegang dengan rumah sakit karena diduga ada kejanggalan terhadap proses administrasi yang menyatakan korban positif Covid-19, Senin, 26 Oktober 2020.

Kejanggalan tersebut karena keluarga pasien awalnya diminta mengisi keterangan blangko/berkas. Sebab, beberapa di antaranya terlihat ada kolom yang kosong, namun usai dikembalikan ke rumah sakit dan dicek keluarga, tiba-tiba terisi sehingga keluarga pasien menduga ada sesuatu yang janggal.

Keluarga sempat berencana memulangkan jenazah korban. Lantas, keluarga pasien sempat diberikan penjelasan oleh Satgas Covid-19 Bandar Lampung.

Dari pertemuan tersebut, diketahui kalau ada kesepakatan untuk menunggu hasil swab pasien tersebut pada, Senin sore, sekitar pukul 18.00 WIB.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki meluruskan informasi yang beredar tersebut. Menurut dia, hasil swab pasien jenis kelamin laki-laki, usia 50 tahun asal Kecamatan Kedamaian tersebut, baru bisa diketahui Senin malam, 26 Oktober 2020. "Jadi hasil swab-nya baru bisa diketahui, paling cepat bakda magrib," ujarnya.

Dari informasi Satgas Covid-19 Bandar Lampung di lapangan, awalnya pasien tersebut masuk ke IGD RS tersebut pada Minggu malam, 25 Oktober 2020, sekitar pukul 19.30. "Dari pemeriksaan dokter setempat, ada dugaan bergejala seperti Covid-19," ujarnya.

Kemudian terjadi kesepakatan antara rumah sakit dan keluarga pasien, lalu dilakukan swab test pada malam harinya, pukul 23.00. "Swab-nya langsung dibawa ke RSUD Abdul Moeloek," kata Kadiskominfo Bandar Lampung itu.

Kemudian, didapat informasi dari rumah sakit dan juga masuk ke Satgas, kondisi pasien menurun pada Senin subuh, 26 Oktober. Kemudian, pukul 11.00 WIB pasien dinyatakan meninggal.

"Tim tadi sudah turun ke lapangan memberikan edukasi ke keluarga agar bersabar dan menunggu hasil swab. Kami sedang menyiapkan pemusaraannya (pemakamannya). Jika positif, akan dilakukan sesuai protokol kesehatan dan akan dilakukan tracing yang kontak erat," ujarnya.

Ditanya soal blangko/adminitrasi yang dikeluhkan keluarga, Rizki menyatakan hal tersebut teknis dari rumah sakit. "Saya tak bisa memaparkan karena bukan kemampuan dan kapasitas saya," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait