PenusukanSyekhalijaber

Keluarga Sebut Pelaku Dirawat di Klinik Kejiwaan, Ini Kata Polda

( kata)
Keluarga Sebut Pelaku Dirawat di Klinik Kejiwaan, Ini Kata Polda
Foto. Lampost.co/Sukisno


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad memaparkan telah melaksanakan rekonstruksi perkara dengan total 17 adegan.

Pandra menyebutkan tidak ditemukan adanya orang lain yang menunggangi pelaku, dan juga motif pelaku memang terasa terganggu dengan ceramah atau konten Syekh Ali Jaber. Apalagi ia mendengar suara pengeras masjid, ketika korban sedang berada di Masjid Falahudin.

"Ada 17 adegan sesuai dengan BAP yang diyakini oleh penyidik, dan pelaku. Disaksikan juga oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Bandar Lampung, sudah kirimkan juga selain SPDP, yakni SP2HP," ujar Pandra, Kamis, 17 September 2020.

Ditanya soal video permintaan maaf keluarga korban, dan klaim pelaku pernah berobat di Klink Kejiwaan Mitra Keluarga di Gedong Tataan. Hal itu menurutnya tidak mempengaruhi proses penyidikan.

"Setiap keterangan dari saksi, hanya bersifat pelengkap dalam berkas perkara," tambahnya.

Informasi yang didapat lampost.co, memang ditemukan adanya rekam medis sekitar beberapa tahun yang lalu. Sehingga obeservasi ulang memang dibutuhkan oleh penyidik.

"Penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, tetap melakukan pemberkasan tentang adanya informasi tersebut, termasuk hasil observasi psikater yang memakan waktu 14 hari, sifatnya hanya pelengkap. Berkas perkara tetap kita ajukan ke JPU, dan dilengkapi dengan rekonstrusi serta 17 saksi yang diperiksa," ungkapnya.

Pandra menambahkan, pihaknya telah menyelesaikan rekonstruksi di dua TKP, pertama di rumah tersangka, dan kedua di masjid Falahudin. 

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar