#kasus#kematian#mantansopir#beritalampung

Keluarga Masih Pertanyakan Kasus Kematian Yogi Andhika

Keluarga Masih Pertanyakan Kasus Kematian Yogi Andhika
Ibu Almarhum Yogi Andhika, saat berada di depan Rumah Arnold, yang telah dijual pada Selasa (25/12/2018). (Foto : Lampost.co/ asrul Septian Malik)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Ibu kandung almarhum Yogi Andhika, Hartati Fitria (56) meminta aparat segera mengusut perkara atas meninggal anaknya. Ia harap bisa segera melengkapi berkas perkara sampai ke persidangan, hingga bisa mengungkap aktor atau terduga pelaku pengeroyokan anaknya hingga sakit dan tewas. Yogi Andhika diketahui sebagai mantan sopir pejabat di Lampung Utara.
 
"Saya harap pak Presiden, Kapolri, bisa bantu ungkap perkara ini, sekarang baru satu tersangkanya," ujarnya Selasa (25/12/2018).
 
Fitria bersama anaknya, didampingi kuasa hukum menunjuk rumah Arnold, salah satu saksi penganiayaan anaknya yang terletak di Gang Hamim, Jalan Wolter Monginsidi, Tanjungkarang Pusat. Disitulah menurut Fitri, awalnya Yogi dipukuli oleh para pelaku. Rumah tersebut pun tidak dihuni, dan terlihat ada plank hendak dijual, beserta nomor ponsel yang bisa dihubungi. "Nah rumah ini aja sudah dijual, orangnya engga ada," katanya.

Sementara  Riswan Efendi Kuasa Hukum  Hartarti Yogi Andika  mempertanyakan proses perkara  yang sudah disdik di Polda Lampung sejak 2017 lalu. Ia  menyayangkan belum mendapat SP2HP dari tim penyidik Ditreskrimum Polda Lampung.  
 
"Kami pertanyakan kenapa begitu sulitnya diungkap. Kami berharap  kapolda yang baru, bisa mengungkap dengan sejelas-jelasnya, dan kenapa tersangka yang lain tidak ditangkap,” katanya.
 
Sementara, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto, belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan perkara tersebut.

Namun sebelumnya, Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi Yunianto, mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemenuhan kelengkapan berkas perkara tersangka Maulan Alias Bowo, ASN Lampung Utara yang menjadi tersangka.
 
Salah satu permintaan dari Jaksa Penuntut Umum dari berkas yang telah diteliti yakni, menghadirkan saksi Arnold, rekan dari korban Yogi Andhika, yang memberikan informasi keberadaan Yogi Andhika kepada tersangka.

"Kita masih lengkapi petunjuk jaksa,  salah satunya saksi Arnold, padahal Arnold sudah kita BAP," kata Ruli.

Maulan Alias Bowo, ditangkap Polda Lampung, pada Juli 2018, di Jakarta Barat. Ia disangkakankan dengan pasal 170 ayat (2) KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

 

 

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...




Komentar


Berita Terkait