#penganiayaan#beritalampung

Keluarga Minta Polisi Penganiaya Guru Ngaji Diproses

Keluarga Minta Polisi Penganiaya Guru Ngaji Diproses
Ahmad Rizqi Arif, guru ngaji yang menjadi korban penganiayaan oknum polisi. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Keluarga Ahmad Rizqi Arif, guru ngaji yang menjadi korban penganiayaan oknum Polisi meminta pelaku diproses secara hukum. Sebab, peristiwa itu turut membuat korban trauma.

"Anak saya trauma, kemarin malam saja nggak bisa tidur akibat menahan sakit bekas pukulan di bagian kepala pakai pistol," ujar Sunaryati, ibu korban saat ditemui di kediamannya, Senin, 15 Februari 2021.

Sunaryati mengaku tidak menyangka putra keenamnya itu menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi. Untuk itu, dia berharap pelaku dapat ditangkap dan diproses secara hukum. 

"Meski sudah damai saya tetap minta proses hukum tetep berjalan. Saya nggak terima anak saya dipukulin. Saya saja ibunya nggak pernah mukul," tuturnya.

Hal senada disampaikan Dedi Maulana, kakak korban yang meminta oknum polisi yang menganiaya adiknya dapat proses Polda Lampung. "Saya dan keluarga nggak terima yang dialami adik saya ini. Saya minta pelaku diproses sebagaimana mestinya," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Seorang guru ngaji menjadi korban penganiayaan oknum polisi, saat hendak membeli kuota yang tak jauh dari kediamannya, pada Sabtu 13 Februari 2021 lalu. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di wajah dan kepala.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait