#nelayan#hilang

Keluarga ABK Minta Kejelasan Perusahaan Pemilik KM EMJ 7

Keluarga ABK Minta Kejelasan Perusahaan Pemilik KM EMJ 7
Ilustrasi. Tim Basarnas melakukan pencarian KM EMJ 7. Dok Basarnas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perusahaan pemilik KM EMJ 7, PT Sutioso Bersaudara, masih enggan berkomentar banyak terkait tanggungjawab terhadap 20 ABK yang hilang kontak di ujung Tanjung Belimbing, Bengkunat, Lampung. Perusahaan mengklaim saat ini masih fokus melakukan pencarian.

"Santunan tentu ada dari perusahaan, tapi bentuknya apa kita belum tahu, karena menunggu hasil pencarian," kata Kepala Bagian Operasional PT Sutioso, Kasman, Kamis, 26 Agustus 2021.

Baca juga: ABK KM EMJ 7 Tak Ditanggung Jasa Raharja

Ia menjelaskan, pencarian masih dilakukan bekerjasama dengan Basarnas Lampung. Juga dalam waktu dekat akan bermusyawarah dengan pihak keluarga 20 ABK.

"Pencarian kami terus lakukan, kita berharap semua ABK baik-baik saja, bantu doa semua warga yang ada," katanya.

Sementara itu, salah satu keluarga ABK asal Lampung bernama Wahyu, meminta kejelasan kepada pemilik kapal. Menurut Djeni kepastian pencarian dan tanggung jawab harus jelas agar pihak keluarga tidak bertanya-tanya.

"Minta dibantu kepastian mereka (20 ABK) gimana. Jangan pihak keluarga yang harus datang terus, kasihan keluarga 20 ABK," katanya.

Pihaknya berharap 20 ABK masih dalam keadaan selamat, hanya tersesat di perairan karena ombak yang tinggi. Ia yakin 20 ABK masih selamat setelah beberapa minggu belum ada kabar.

"Kalau doa itu pasti setiap hari kami kirim doa dan Al-fatehah, supaya semuanya baik-baik saja," katanya.

Terpisah, Akademisi hukum Universitas Lampung (Unila), Eddy Rifai menyebutkan pihak PT Sutioso Bersaudara wajib memberikan santunan terhadap keluarga  20 ABK yang hilang kontak.

Menurutnya jika keluarga merasa tidak puas atas pemberian yang diberikan pihak PT. Sutioso Bersaudara bisa menuntut perusahaan ke pengadilan.

"Harus memberikan santunan, asuransi, dan bantuan lainnya yang sesuai. Jika tidak puas bisa gugat secara perdata ke pengadilan," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait