#beritalampung#beritalampungterkini#bantuanternak#kambing

Kelompok Ternak Berharap Ada Penggantian Kambing yang Mati

Kelompok Ternak Berharap Ada Penggantian Kambing yang Mati
Pengurus Kelompok Ternak Restu Abadi Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, bersama bhabinkamtibmas saat mengecek lokasi bantuan ternak kambing milik kelompok setempat, Senin, 10 Oktober 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Pengurus Kelompok Ternak Restu Abadi Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berharap satu ekor ternak kambing yang mati dari Dinas Peternakan Lampung diganti. Pasalnya, ternak kambing tersebut mati setelah dua hari diterima dari penyedia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kelompok Ternak Restu Abadi, Sutikno, saat ditemui kandang ternak kambing milik kelompok setempat, Senin, 10 Oktober 2022. Dia mengaku pihaknya menerima bantuan 20 ekor ternak kambing.

Baca juga: Satu Kambing Hibah Dinas Peternakan Lampung di Bumirestu Mati Dua Hari Usai Diterima

"Tapi, ada satu ekor ternak kambing yang mati setelah dua hari dikirim penyedia. Sebab, satu ekor ternak kambing yang mati itu tidak mau makan sejak turun dari kendaraan pada tanggal 6 Oktober 2022," katanya.

Dia mengatakan penyebab kematian itu diduga kuat karena kondisi ternak kambing tidak sehat karena kehujanan saat dalam perjalanan. Untuk itu, pihaknya berharap adanya pengganti ternak kambing lagi.

"Harapan kami kematian ternak kambing ini ada penggantinya. Soalnya, sejak kami terima satu ekor ternak kambing itu enggak mau makan," kata dia yang diamini Pengurus kelompok lainnya, Andi Hidayat.

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Puskeswan Kecamatan Palas-Sragi, Wartono mengatakan pihaknya sudah mengecek ke lokasi kandang. Ia mengaku kematian satu ekor ternak kambing itu karena masuk angin akibat kehujanan.

"Sudah dibuatkan berita acaranya, Mas. Kematian ini disebabkan masuk angin, makanya ternak kambing itu enggak mau makan. Tapi, ini biasanya kalau ada bantuan ternak kambing ini biasanya diganti karena belum ada satu pekan diterima," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait