#tubaba#beritalampung

Kelompok Mosi Tidak Percaya Kuasai Rapat Badan Musyawarah DPRD Tubaba

Kelompok Mosi Tidak Percaya Kuasai Rapat Badan Musyawarah DPRD Tubaba
Kelompok mosi tidak percaya di DPRD Tulangbawang Barat mengusai rapat pimpinan dan Badan Musyawarah di DPRD setempat, Jumat, 22 Juli 2022. (Lampost.co/Merwan)


Panaragan (Lampost.co) -- Kelompok mosi tidak percaya di DPRD Tulangbawang Barat mengusai rapat pimpinan dan Badan Musyawarah di DPRD setempat, Jumat, 22 Juli 2022. Rapat itu membahas penjadwalan pembahasan APBD perubahan 2022 dan APBD 2023 tersebut berjalan mulus karena tidak dihadiri Ketua DPRD Ponco Nugroho.

Sebelumnya, sejumlah unsur pimpinan menolak hadir dalam rapat pimpinan dewan, Selasa (19/7/2022) karena ketua DPRD Ponco yang memimpin rapat. Akibatnya, rapat tidak kuorum dan dilakukan penjadwalan ulang. Tidak hadirnya sejumlah pimpinan dewan dalam rapat tersebut imbas dari mosi tidak percaya lima fraksi terhadap kinerja ketua DPRD. Mosi tidak percaya tersebut mendesak F-PDIP untuk mengganti Ponco Nugroho.

"Alhamdulillah Rapim dan rapat Banmus hari ini kuorum dan lancar. Semua pimpinan hadir kecuali pak ketua," ujar wakil ketua I DPRD setempat, Busroni.

Dia menjelaskan rapat tersebut dalam rangka membahas persiapan rapat paripurna Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2022 dan persiapan rapat paripurna APBD murni tahun anggaran 2023 serta kegiatan rutin DPRD.

"Rapat ini membahas agenda paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) APBD-P dan APBD murni tahun 2023. Dan menjadwalkan kinerja DPRD ke depan," kata dia.

Busroni menegaskan anggota DPRD setempat tidak akan menghambat program pembangunan. Terbukti semua kegiatan yang berkaitan untuk pembangunan tetap dilakukan di DPRD. 

"Contohnya hari ini semua pimpinan hadir karena cinta Tubaba. Tidak kuorumnya rapat terdahulu karena banyak anggota ada kegiatan di luar daerah," ujarnya.

Busroni mengaku memimpin rapat tersebut karena ketua DPRD berhalangan hadir. "Unsur pimpinan dewan inikan kolektif kolegial. Kalau ketua tidak hadirkan ada dua wakil ketua. Saya yang diminta kawan-kawan memimpin rapat,"kata dia.

Terkait dengan mosi tidak percaya dari lima fraksi, kata dia, sudah menjadi kewenangan F-PDIP memutuskan. Sebab, masalah tersebut menjadi disampaikan dalam paripurna ke F-PDIP.

"Kawan-kawan yang tergabung dilima fraksi sudah menyampaikan surat kepada F-PDIP. Ya tanyakan kepada PDIP karena hak pergantian itu ada di PDIP dan juga kalau ada pergantian ketua tetap dari F-PDIP,"jelasnya.

Baca juga: Mosi Tidak Percaya Ketua DPRD Tubaba Tak Pengaruhi Aktivitas Legislatif

Diketahui, dalam rapat tersebut selain dihadiri unsur pimpinan dari lima fraksi yang menyampaikan mosi juga dihadiri sejumlah anggota F-PDIP. Unsur pimpinan yang hadir dalam rapat tersebut yakni wakil ketua II Joko Kuncoro, Ketua Komisi l Sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Yantoni, Ketua Komisi ll sekaligus Wakil Ketua Fraksi Hanura Perindo, Sudirwan dan Ketua Komisi lll sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, Paisol, serta ketua BK Sukardi, dan Rubiono dari F-PDIP dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Sementara itu, Sekwan Rudi Riamsyah menyampaikan tidak hadirnya ketua dalam rapat tersebut karena ada kegiatan di pemkab. 

"Pak ketua izin ada kegiatan di pemkab,"ujarnya singkat. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait