#korupsi#penggelapandana#bpbd

Kelanjutan Perkara Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung Tunggu Sinyal Kejari

Kelanjutan Perkara Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung Tunggu Sinyal Kejari
Mantan bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas tuduhan penggelapan dana kas di perangkat daerah tersebut. Dok Kejari


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta mengaku masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) terkait perkara penggelapan kas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung. Kejari Bandar Lampung telah menetapkan eks Bendahara BPBD, Krissanti sebagai tersangka.

"Kami estimasi kerugian sebesar Rp1,5 juta dikali 70 orang, sekitar Rp100 jutaan," ujar Kasareskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Minggu, 22 Agustus 2021.

Estimasi Polresta tersebut memiliki perbedaan dengan hitungan Kejari Bandar Lampung yang mencapai Rp332 juta. Sebab, Polresta menyidik perkara berdasarkan laporan delik aduan yang masuk dengan jumlah korban yang ada dalam laporan.

Baca: Eks Bendahara BPBD Kota Diduga Rugikan Negara Rp332 Juta

 

"Kami sudah naik sidik, kami kirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan mendapatkan jawaban penetapan tersangka berdasarkan undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor)," katanya.

Untuk itu, Polresta masih menunggu koordinasi dari Kejari terkait kelanjutan perkara yang sedang ditanganinya.

"Tunggu hasil Koordinasi dengan Kejari," katanya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bandar Lampung, Erik Yudhistira mengatakan, saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara Krissanti untuk dilimpahkan ke Penuntut Umum.

Dia menegaskan, belum ada upaya pengembangan terkait kemungkinan adanya pelaku lain atau tidak.

"Belum (pengembangan)," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait