#korbansalahtangkap#beritalampura#praperadilan

Korban Salah Tangkap Kecewa Dikalahkan di Pengadilan

Korban Salah Tangkap Kecewa Dikalahkan di Pengadilan
Marjuni (40) warga Desa Kalicinta, korban salah tangkap kasus pembunuhan. Lampost.co/Hari Supriyono


KOTABUMI (Lampost.co) -- Kekecewaan dan sedih yang mendalam tampak dirasakan oleh Marjuni (40) warga Desa Kalicinta, Kotabumi Utara, Lampung Utara setelah mengetahui permohonan gugatan praperadilan ganti rugi atas kasus salah tangkap di PN Kotabumi ditolak oleh Majelis Hakim setempat, Rabu, 9 Oktober 2019.

Bapak dua anak tersebut, menyayangkan terhadap hakim yang tidak mengabulkan permohonan ganti ruginya. "Saya kira hakim tidak memiliki hati nurani dan tidak mau mempertimbangkan sebelum memutuskan perkara gugatan praperadilannya.

"Saya ini tidak bersalah dan menjadi korban salah tangkap atas tuduhan kasus pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak gadis. Mereka (hakim, red) dan aparat kepolisian, serta pihak kejaksaan tidak merasakan apa yang saya alami selama menjalani hukuman sembilan bulan penjara di Rutan Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara. Keluarga saya baik istri dan dua anak saya harus menanggung beban berat, karena hingga sekarang keluarga kami dikucilkan karena dituduh keluarga pembunuh," ujarnya.

Selama Marjuni dipenjara, Sulis Lestari (42), sang istri harus berjuang menghidupi kebutuhan keluarga dengan berkerja serabutan. Sementara dua orang anaknya yakni Siti Mardiah (16) dan Maya Pertiwi (6), terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki biaya selama dia dipenjara. "Selama saya dipenjara anak gadis saya terpaksa putus sekolah karena tidak punya biaya," terang Marjuni yang kini merintis usaha barunya membuat arang.

Dengan terbebasnya tuduhan pembunuhan terhadap dua orang tetanggnya tersebut, dirinya meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepolisian supaya dapat mengungkap pelaku pembunuhan yang sebenarnya. "Ini adalah PR aparat kepolisian khususnya Polres Lampung Utara untuk menangkap.pelaku sebenarnya, supaya nama baik saya di masayarakat dapat diterima," pintanya.

Sementara itu, penasehat pukumnya Marjuni, Surono kepada Lampost.co mengatakan pihaknya akan melakukan upaya eksaminasi atas ditolaknya gugatan praperadilan ganti kerugian atas kasus Marjuni. "Kami akan melayangkan surat ke Komisi Yudisial, Kimpolnas, MA dan Bawas atas ditolaknya gugatan ganti kerugian oleh Majelis Hakim Kotabumi, Lampung Utara," katanya, Kamis, 10 Oktober 2019.

EDITOR

Hari Supriyono

loading...




Komentar


Berita Terkait