#KONI#Korupsi

Kejati Segera Panggil Saksi Korupsi KONI Lampung di Tingkat Penyidikan

Kejati Segera Panggil Saksi Korupsi KONI Lampung di Tingkat Penyidikan
Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra. Dok./Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejati Lampung segera memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi anggaran KONI Lampung. Pemanggilan tersebut merupakan proses pemantapan, setelah naik ke tahap penyidikan umum.

"Sedang disusun jadwalnya, kemungkinan Senin depan," kata Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, Senin, 17 Januari 2021.

Baca juga: Naik Penyidikan, Kejati Lampung Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi KONI

Made belum bisa memaparkan nama-nama saksi yang dipanggil, baik dari pengurus KONI Lampung ataupun pihak cabang olahraga. Menurutnya Pidana Khusus Kejati Lampung terlebih dahulu menyusun jadwal.

"Jadwal belum keluar," paparnya.

Ia menambahkan, penyidik masih memerlukan serangkaian upaya guna menentukan tersangka. Di antaranya permintaan audit kerugian negara sebagai salah satu alat bukti.

"Ini yang masih mau dikaji, permintaan nanti oleh Pidsus kemana (BPKP Perwakilan Lampung, BPKP, atau auditor independen), tapi intinya penyidikan tipikor butuh audit kerugian negara," tambahnya.

Made menyebutkan, dalam menguatkan proses penyidikan dan pencarian alat bukti, pihaknya bakal memanggil kembali para saksi yang telah diperiksa, baik dari cabang olahraga maupun pengurus KONI.

"Akan diperiksa lagi, istilahnya pemantapan, kalau jumlah saksi lebih dari 30," paparnya.

Dalam kasus ini Kejati tengah fokus memeriksa saksi-saksi dari berbagai cabor. Pemeriksaan sebelum naik ke penyidikan, setidaknya ada 12 saksi dari cabor yang diperiksa yakni Karate, Golf, Bisbol, Judo, Tarung Derajat, Biliar, Senam, Muaythai, dan Tembak.

Beberapa saksi telah diperiksa seperti Ketua Forki Lampung dan Ketua Harian KONI Lampung Hannibal, Wakil Ketua Bidang Binpres Frans Nurseto, Sekrtaris Tarung Drajat Lampung Berry Salatar, Ketua Persani Lampung Reihana, dan saksi lainnya. Total anggaran yang digunakan yakni Rp29 miliar, atau baru tahap satu pencairan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait