#kejati#ralat

Kejati Ralat Pernyataan Penetapan Tersangka Labkesda

( kata)
Kejati Ralat Pernyataan Penetapan Tersangka Labkesda
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Ari Wibowo. Lampost.co/Ahmad Amri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Ari Wibowo melakukan klarifikasi terkait penetapan satu tersangka Labkesda Provinsi Lampung yang sebelumnya beritakan.

"Kami meralat berita sebelumnya,  dari informasi yang disampaikan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Lampung, Nur Mulat, terkait penetapan satu orang tersangka labkesda, berinisial D, "kata Ari Wibowo,  Selasa, 25 Februari 2020.

Dia menjelaskan, penetapan tersangka yang dimaksud, bukan tersangka Labkesda,melainkan tersangka pada kasus Kendaraan Dinas (Randis) Lampung Timur, ada tiga tersangka salah satunya berinisial D.

"Dalam berita itu ada kekeliruan.  Sebab dalam kasus Labkesda Provinsi Lampung belum ada penetapan tersangka, masih dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan.  Namun  sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak - pihak terkait, yang dilakukan penyidikan bagian intel,"ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Lampung Tetapkan Satu Tersangka Korupsi Labkesda Provinsi Lampung. Kejaksaan Tinggi Lampung (Kejati) telah menetapkan satu tersangka dugaan korupsi pembangunan proyek pembangunan gedung laboratorium Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Mobilisasi/Demolisasi peralatan Provinsi Lampung.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Lampung, Nur Mulat S saat ditanya awak media mengatakan dalam kasus itu, telah ditetapkan satu orang tersangka namun dia belum bisa menjelaskan secara terperinci.

"Sudah ada  satu orang ditetapkan jadi tersangka berinisial D, Yang lainnya masih dalam  proses pemeriksaan," kata Nur Mualat, Kamis 20 Febuari 2020.

Kemudian, ketika ditanya peran dan keterlibatan tersangka berinisial D dalam kasus,dugaan korupsi proyek pembangunan laboratorium Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)dan Mobilisasi/Demolisasi peralatan Provinsi Lampung.

"Untuk lebih jelas nanti ditanyakan dulu kepada penyidik yang menanganinya,"ujarnya.

Proyek pembangunan laboratorium Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)dan Mobilisasi/Demolisasi peralatan Provinsi Lampung, sumber dana dari APBD 2017 lalu, nilai HPS Rp21 miliar lebih dengan pemenang tender PT. Purna Arena Yudha.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait