#Korupsi

Kejari Tuba Sita Berkas Kasus Korupsi DAK Pendidikan 2019

Kejari Tuba Sita Berkas Kasus Korupsi DAK Pendidikan 2019
Ilustrasi. Google Images


Panaragan (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Tulangbawang (Tuba) akan menyita seluruh berkas yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan Tuba 2019 senilai Rp49 miliar. Izin penyitaan akan dilayangkan kepada Pengadilan Negeri setempat.

Dalam kasus ini kejaksaan setempat baru menetapkan satu tersangka yakni Kadis Pendidikan Tuba Nazaruddin. Penyidik menemukan dugaan pungutan sebesar 10-12,5 persen terhadap pihak sekolah penerima DAK mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP se-Tuba.

Baca juga: Kadis Pendidikan Tuba Tersangka Korupsi DAK

"Tahapan yang dilakukan penyidik saat ini akan menyita seluruh berkas fisik yang berkaitan dengan kasus DAK ini. Izin penyitaan masih dilakukan ke Pengadilan Negeri," ujar Kasi Intelejen Kejari Tuba, Leo Nardo Adiguna kepada lampost.co, Selasa, 2 Februari 2021

Leo mengatakan selain meminta keterangan lanjutan dari tersangka, penyidik juga masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang berkaitan dengan kegiatan DAK Pendidikan 2019 tersebut.

"Pemeriksaan terus dilakukan. Semua pengelola kegiatan ini kami mintai keterangan. Kami jadwalkan secepatnya kasus ini masuk persidangan," kata dia yang baru menjabat sepekan di Kejaksaan setempat.

Bahkan, terkait dengan kerugian negara lanjut mantan kasi intel Kajari Pringsewu tersebut juga belum ditetapkan. Sebab, pemeriksaan masih berjalan dan penyidik masih menghitung besaran angka sesuai dengan hasil pemeriksaan dari semua penerima DAK.

"Saat ini , penyidik juga belum berniat meminta bantuan BPKP untuk menghitung kerugian negaranya. Sebab, kami belum menemukan kendala yang berarti. Jika memang diperlukan kami akan mengajukan bantuan kepada BPKP Lampung," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait