#pupuksubsidi#pertanian#beritalampung

Kejari Pringsewu Dalami Penyelewengan Distribusi Pupuk Subsidi

Kejari Pringsewu Dalami Penyelewengan Distribusi Pupuk Subsidi
Ekspose Kasi Intel Kejari Pringsewu terkait dugaan mafia pupuk subsidi. Dok Kejari


Pringsewu (Lampost.co) – Kejaksaan Negeri Pringsewu bakal meningkatkan status kasus dugaan mafia pupuk bersubsidi di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, ke tingkat penyidikan.


Kasi Intel Kejari Pringsewu, Median Suwardi, menjelaskan kasus tersebut berawal dari operasi intelijen yang telah memeriksa 35 orang mulai dari kelompok tani hingga produsen pupuk.

Berdasarkan fakta yang ditemukan terdapat beberapa indikasi penyelewengan penyaluran dan distribusi pupuk bersubsidi.

"Ada indikasi yang menyebabkan penyaluran dan pendistribusian pupuk bersubsidi tidak tersalurkan sebagai aturannya," kata Median, Selasa, 24 Mei 2022.

Menurut dia, indikasi tersebut terlihat dari adanya petani yang tidak terdaftar dalam RDKK yang tetap dapat menebus pupuk bersubsidi.

Padahal, dalam aturannya petani berhak menerima pupuk bersubsidi adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani yang memberikan data diri sesuai KTP yang memiliki luas lahan yang tidak lebih dari 2 hektare. Nama anggota kelompok tani itu juga harus terdaftar dalam E-RDKK.

“Dengan demikian, diduga ada manipulasi data dalam RDKK sehingga melanggar ketentuan Peraturan Menteri Pertanian,” ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait