syekhalijaberpenikaman

Kejari Masih Teliti Berkas Kasus Penikaman Syekh Ali Jaber

( kata)
Kejari Masih Teliti Berkas Kasus Penikaman Syekh Ali Jaber
Lampost.co/Asrul Septian Malik



Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung masih menunggu Kejari Bandar Lampung terkait perkara penikaman pendakwah Syekh Ali Jaber, dengan tersangka Alfin Andrian.

Berkas kasus tersbeut baru dilimpahkan Polresta ke Kejari Bandar Lampung pada 22 September lalu.

"Kami masih nunggu apakah ada hasil teliti dari JPU," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Minggu, 27 September 2020.

Sementara Kajari Bandar Lampung Abdullah Noer Deny, menyoroti perkara ini dan menjadikannya sebagai salah satu perkara yang menjadi fokus utama korps Adhiyaksa tersebut.

"Setiap hari tim (Jaksa Penuntut Umum), selalu berkoordinasi dengan pak Kajari, diskusi kelompok terus dilakukan oleh tim, namun materinya saya tidak paparkan, karena itu ranah tim (JPU)," ujar Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Erik Yudisitra, Minggu 27 September 2020.

Terkait progres berkara perkara, saat ini, menurut Erik, Tim JPU masih terus bekerja, meneliti berkas pekara, mengkaji syarat formil dan materil, apakah lengkap atau belum.

"Belum, kan punya waktu 14 hari untuk diteliti, apa layak atau tidak naik ke penuntutan, masih ada waktu maksimal JPU 14 hari, apa p-18, p-19, kita serahkan ke jaksa penieliti, kasih dulu waktu mereka, apa cukup syarat materil dan formilnya," paparnya.

Ditanya soal nama tujuh saksi yang masuk ke dalam tim JPU, Erik enggan memaparkan nama-namanya.

"Tim itu jaksa senior semua, yang pasti profesional, senior, dan punya integritas dan capabilitas menyidangkan perkara itu," paparnya.

Dari perkara yang terjadi pada 13 September 2020 lalu, setidaknya sudah 21 saksi diperiksa oleh penyidik Polresta Bandar Lampung, baik Syekh Ali Jaber sbeagai korban, pelaku, keluarga pelaku, hingga panitia penyelenggara wisuda Hafiz Quran di Masjid Falahudin. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait