#penganiayaan#RestorativeJustice

Kejari Lampura Setop Kasus Penganiayaan lewat Restorative Justice

Kejari Lampura Setop Kasus Penganiayaan lewat <i>Restorative Justice</i>
Kejari Lampura menghentikan penuntutan kasus penganiayaan terhadap Diki Setiawan (20) di Aula Kantor Kejari setempat, Kamis, 17 Februari 2022. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co) --  Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) menghentikan penuntutan perkara penganiayaan terhadap tersangka Diki Setiawan (20), warga Kotabumi melalui mekanisme restorative justice.

Restorative justice merupakan upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Lampura, I Kade Ariadmaja mengatakan, pihaknya menghentikan penuntutan perkara karena terjadi perdamaian antara pelaku dan korban saat mediasi.

"Kami memutuskan menghentikan pekara Diki Setiawan berdasarkan berdasarkan restorative justice karena telah terjadi perdamaian," kata dia, di Aula Kantor Kejari Lampura,  Kamis, 17 Februari 2022.

Baca: Bebas lewat Restorative Justice, Pemulung Pencuri Besi Dapat Bantuan Kemensos

 

Dia juga menjelaskan, keputusan penghentian penuntutan perkara ini juga berdasarkan permintaan tersangka dan korban, Hoki jaya Kusuma (20), warga Desa Candimas, Abung Selatan.

“Permohonan maaf dari tersangka karena tersangka adanya hubungan pertemanan dengan korban saat bekerja di satu tempat cucian mobil,” katanya.  

Mengacu Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, perkara pidana atas nama tersangka Diki Setiawan dinyatakan ditutup demi hukum dan tidak dilanjutkan ke tahap persidangan.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait