#korupsi#jaksaagung#kejaksaan

Kejari Bandar Lampung Nilai Aset Alay dan Satono

Kejari Bandar Lampung Nilai Aset Alay dan Satono
Kejari Bandar Lampung melakukan penilaian (appraisal) barang sitaan dan barang rampasan negara. Dok Kejari


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejari Bandar Lampung melakukan penilaian (appraisal) barang sitaan dan barang rampasan negara selama 23 hingga 31 Mei 2022. Total ada 25 objek barang rampasan negara dan lima barang sita eksekusi.


Dari jumlah tersebut, 18 objek berupa tanah dan tanah beserta bangunan diantaranya milik terpidana korupsi APBD Lamtim, yakni bos Bank Tripanca Sugiarto Wiharjo alias Alay. Aset itu berada di Pesawaran dan Bandar Lampung sebanyak 15 aset dan tiga aset di Lamtim.

Kemudian terdapat pula lima barang sitaan berupa rumah dan tanah milik eks Bupati Lamtim sebagai terpidana korupsi APBD Lampung Timur, almarhum Satono. Penilaian barang sitaan tersebut sebagai proses lelang untuk membayar uang pengganti.

"Ia benar dilakukan penilaian," ujar Kajari Bandar Lampung, Helmi, Jumat, 3 Juni 2022.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Bandar Lampung, Ditta Ardian, mengatakan, nilai dari appraisal aset tersebut belum bisa dipastikan.

"Kami masih menunggu penilaian harga wajar dari KPKNL beberapa minggu ke depan. Nantinya jika laku di lelang, barang rampasan Alay langsung masuk ke kas negara dan tidak mengurangi uang pengganti. Sedangkan aset Satono, bisa langsung mengurangi uang pengganti," ujarnya

Aset Satono mulai dinilai usai pihak keluarga dan ahli waris, bersedia menyerahkan aset tersebut ke Kejari Bandar Lampung sebagai bentuk ganti rugi.

"Nantinya semua hasil ini, kami laporkan ke Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung untuk meminta pendampingan," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Alay, Bey Sujarwo, belum bisa memberikan tanggapan secara spesifik, terkait proses apraisal aset milik kliennya itu. "Kami tunggu dulu prosesnya," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait