#vaksin#kampus

Kejar Vaksin Demi Ikut Kuliah Bulan Depan

Kejar Vaksin Demi Ikut Kuliah Bulan Depan
Ilustrasi. Peserta vaksin di Bandar Lampung. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perguruan tinggi bukan hanya menjadi tempat belajar, tapi juga wadah mahasiswa mengembangkan potensi yang dimiliki. Namun, selama pandemi mahasiswa kesulitan datang ke kampus meski sekedar urusan administrasi.

Seperti yang diungkapkan Marhamah, mahasiswi semester 5 di UIN Raden Intan. Ia tak pernah ke kampus untuk mengikuti perkuliahan sebab pembelajaran dilakukan secara daring.

Ia mengaku hanya menerima, dan mengumpulkan tugas secara online. Bahkan tak semua dosen bisa ditemui semenjak terjadi pandemi.

"Dari semester tiga kuliah daring, ngurus-ngurus admistrasi juga online," ungkap mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu, Kamis, 23 September 2021.

Penyelenggaraan vaksinasi oleh pihak kampus membuka harapannya untuk kembali bertemu teman, dan dosen di kampus. Sebab vaksin menjadi salah satu syarat mengikuti perkuliahan yang direncanakan pada Oktober mendatang.

Ia mengikuti vaksinasi bagi mahasiswa pada awal September kemarin. Hal tersebut menjadi momen bahagia untuk menyambut perkuliahan tatap muka.

"Pas dapat kabar ada vaksin di kampus senang, karena kalau nyari di luar kan susah sampai antre-antre," ungkapnya.

Kesulitan mendapat vaksin di luar kampus juga dialami Abror mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan. Sebelum ada vaksinasi di kampus ia mengaku sempat ke sejumlah sentra vaksinasi untuk mendapatkan vaksin.

"Sempat beberapa kali mau vaksin kadang waktu mendaftar online saja sudah habis kuotanya," tuturnya.

Pengalaman itu membuatnya tidak berpikir dua kali untuk ikut disuntik vaksin saat diselenggarakan di kampus. Dengan mengikuti vaksinasi saat ini ia hanya tinggal menunggu perkuliahan kembali dibuka.

Harapan besar itu juga mendorong Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Raden Intan Devi Retniasih tak menolak tawaran TNI-Polri untuk bekerjasama menggelar vaksinasi di lingkungan kampus melalui program Vaksin Merdeka.

Tak tanggung-tanggung, ada 3.000 dosis vaksin yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan masyarakat umum dalam program kolborasi yang dilaksanakan 22 September kemarin.

"Harapannya mahasiswa bisa kembali lagi belajar di dalam kampus, tidak lagi kesulitan, dan Indonesia kembali bangkit," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait