#BERITADUKA#KORUPSI#LAMPUNGTIMUR

Kejaksaan Tetap Kejar Aset Mendiang Satono

Kejaksaan Tetap Kejar Aset Mendiang Satono
Keluarga Satono di Dusun II Desa Pekalongan, Kecamatan Pekalongan sedang menunggu kedatangan jenazah Mantan Bupati Lamtim Satono, Senin, 12 Juli 2021. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Meninggalnya eks Bupati Lampung Timur Satono ditanggapi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengungkapkan Kepala Kejati (Kajati) Lampung menugaskan tim gabungan dari Kejari Bandar Lampung, Kejari Metro, dan Kejari Lampung Timur, untuk memastikan dan mengecek kebenaran tersebut melalui proses pemakaman Satono pada Senin, 12 Juli 2021.

"Benar, terpidana Satono wafat. Tindak lanjutnya, kami menunggu jaksa eksekutor kejari Bandar Lampung," ujarnya, melalui telepon, Senin, 12 Juli 2021.

Sementara Kajari Bandar Lampung Abdullah Noer Denny mengatakan pihaknya masih menunggu kebenaran meninggalnya Satono. Misalnya, terkait sakit yang diderita, dan hal lainnya.

"Ini keluarga sedang berkabung. Kami masih menunggu legalitas (akta kematian disdu capil dan track record medis, untuk tindakan selanjutnya," ujar Abdullah Noer Deny, melalui telepon, Senin, 12 Juli 2021.

Baca juga :Sejumlah Pejabat Sambut Datangnya Jenazah Satono

Menurutnya, usai legalitas kematian Satono dipegang, ia akan berkoordinaasi dengan Kajati Lampung, terkait upaya selanjutnya. Hal itu termasuk monitoring aset Satono, untuk pengembalian kerugian negara.

"Termasuk nanti aset apa saja yang belum dieksekusi," katanya.

Diketahui, Satono merupakan terpidana 15 tahun penjara setelah terbukti korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Lamtim senilai Rp 119 miliar bersama Sugiharto Wijaya alias Alay terpidana 18 tahun penjara dalam perkara sama. 

Baca juga :Mantan Bupati Lamtim Satono Meninggal Dunia

Berdasarkan pemberitaan Lampost.co pada 13 Februari 2019, aset Satono yang telah disita yakni delapan bidang tanah di Jalan Ismail Balau, Kelurahan Kedamaian, Tanjungkarang Timur, masing-masing 631 meter persegi, 332 meter persegi, 406 meter persegi berikut bangunan yang ada di atas lahan tersebut 922 meter persegi serta dua bangunan seluas 442 dan 200 meter persegi atas nama Satono.

Kemudian satu aset lainnya yakni dua lahan atas nama Rice Megawati dengan rincian tanah seluas 309 meter persegi dan 307 meter persegi serta sebuah bangunan seluas 252 meter persegi, juga di Jalan Ismail Balau, Kelurahan Kedamaian, Bandar Lampung.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait