#VirusKorona#Pengadilan

Kejaksaan Siap Gelar 80 Sidang Daring Perhari

Kejaksaan Siap Gelar 80 Sidang Daring Perhari
Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Idwin Saputra. (Dok Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menjadwalkan sidang perkara melalui konferensi video/daring sebanyak 80 perkara per hari. Namun, pihak kejaksaan mengaku masih ada kendala yang perlu dibenahi untuk memenuhi jumlah tersebut.

Kasi intel Kejari Bandar Lampung Idwin Saputra mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan di bagian pidana umum. Untuk jumlah yang dijadwalkan dalam satu hari sekitar 80 perkara siap disidangkan. Dari jumlah tersebut hanya beberapa perkara saja yang dapat disidangkan karena ada kendala jaringan internet.

"Kemarin saya cek denga kasi pidum, sekali sidang itu kalau normal tidak online, frekuensinya 30 hingga 80 perkara sehari," kata Idwin.

Menurut Kasi intel, pada hari pertama digelarnya persidangan secara onlen dijadwalkan sebanyak 80 perkara, namun yang dapat disidangkan hanya 10 perkara.

"Kemarin Kamis jadwal sidang kurang lebih 80 perkara tapi yang disidangkan online kurang lebih 10 perkara. Hambatannya karena gangguan sinyal di server rutan," kata dia.

Meski masih terdapat kendala, pihaknya bersama instansi terkait akan terus berbenah supaya semua proses persidangan secara onlen ini sesuai dengan yang diharapkan. "Akan terus kita kita benahi, suapaya apa yang diharapkan tercapai," katanya.

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengebut penyelesaian perkara terus dilakukan meski wabah virus korona (covid-19) mengancam Indonesia. Pekara-perkara terus dilimpahkan ke pengadilan.

"Sampai dengan Jumat, 3 April 2020, tercatat sebanyak 10.517 perkara pidana telah dibawa ke persidangan secara online oleh jaksa dari 344 kejaksaan negeri (kejari)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiono di Jakarta, Jumat, 3 April 2020.

Menurut dia, persidangan dijalankan menggunakan sistem konferensi video. Hal ini mampu meminimalisasi kontak langsung saat persidangan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Sunarta mengatakan sistem ini cukup membantu. Persidangan yang tertunda karena wabah bisa langsung dijalankan di meja hijau.

"Saat dilaksanakan pertama tanggal 30 dan 31 Maret lalu baru tercatat 1.502 perkara yang disidangkan. Sisanya tujuh perkara pidana khusus. Kemudian tanggal 1, 2, dan 3 April hari ini sidang pengadilan dengan telekonferensi bertambah tujuh kali lipat. Mencapai 10.517 perkara," ujar Sunarta.

Sunarta mengatakan sistem konferensi video ini bukan hanya dilakukan saat sidang. Saksi dan tersangka di Kejagung pun diperiksadengan sistem ini guna perampungan berkas perkara.

"Karena harus social distancing, saat penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik dilakukan dengan konferensi video. Termasuk saat memeriksa tersangka itu," tutur Sunarta.

Jaksa Agung ST Burhanuddin bangga Indonesia bisa memikirkan sistem konferensi video untuk mengebut perkara di tengah wabah korona. Hal ini, kata dia, menjadi terobosan baru.

"Di kala di belahan dunia lain banyak pengadilan ditutup, di Indonesia masih dapat dilaksanakan. Keberhasilan sidang ini telah saya laporkan ke Pak Presiden Joko Widodo," ujar Burhanuddin.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait