#intimidasijurnalis

Kejati Lampung Didesak Klarifikasi Dugaan Jaksa Minta Uang

Kejati Lampung Didesak Klarifikasi Dugaan Jaksa Minta Uang
Jurnalis salah satu media online di Lampung, Ahmad Amri(berdiri) memberikan keterangan saat konferensi pers di Kantor Kejati Lampung, Jumat, 22 Oktober 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Agung Muda Pengawasan memerintahkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung segera melakukan klarifikasi atas dugaan permintaan atau penerimaan uang oleh salah satu oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Anton Nur Ali. Hal itu merespons polemik dugaan permintaan uang oleh oknum jaksa terhadap kerabat orang yang beperkara sekaligus dugaan intimidasi terhadap jurnalis salah satu media online di Lampung.

"Terkait adanya pemberitaan dugaan permintaan dan penerimaan uang sebesar Rp30 juta dari Ibu D kepada Jaksa A, Bapak Jaksa Agung Muda Pengawasan telah memerintahkan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung untuk segera melakukan klarifikasi atas dugaan permintaan atau penerimaan uang," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, melalui telepon, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Ia melanjutkan Kajati Lampung Heffinur juga memerintahkan Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi  Lampung untuk melakukan klarifikasi atas semua dugaan tersebut.

"Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Lampung saat ini sudah bekerja melakukan klarifikasi dan akan dilanjutkan minggu depan terhadap beberapa orang terkait," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Lampung membantah adanya oknum jaksa bernama Anton Nur Ali yang disebut menerima uang puluhan juta dari orang bernama Desi. Uang puluhan juta itu untuk salah satu perkara yang ditangani kejaksaan agar suami Desi mendapatkan vonis ringan.

Informasi dugaan penerimaan uang puluhan juta oleh oknum jaksa tersebut bermula saat jurnalis salah satu media online di Lampung, Ahmad Amri, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Namun, baik dari Jaksa Anton maupun Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra tidak ada tanggapan.

Amri memutuskan untuk konfirmasi langsung ke kantor Kejati Lampung. Ia bertemu langsung dengan jaksa Anton di Kantor Kejati Lampung. Saat di kantor Kejati Lampung, Amri disebut diintimidasi dan akan dilaporkan ke Cyber Polda Lampung atas tuduhan tidak benar. Baik jaksa Anton maupun Kasipenkum Kejati Lampung membantah tudingan Amri terkait dugaan penerimaan uang dan intimidasi jurnalis.

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, mengatakan dari hasil kroscek dengan Jaksa Anton Nur Ali tudingan tersebut tidak benar.

"Jadi tidak benar, sudah dikroscek," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kejati Lampung, Jumat, 22 Oktober 2021.

Baca juga: Kejati Lampung Bantah Intimidasi Wartawan

Menurut Made, pihaknya siap menerima aduan dengan bukti valid dan konkret jika ada setoran uang Rp30 juta yang diberikan untuk mengurangi putusan hukuman salah satu perkara.

"Kalau ada data valid dan konkret silakan lapor. Kami akan menerima dan menindaklanjuti," paparnya.

Di sisi lain, Jaksa Kejati Lampung Anton Nur Alim, membantah tudingan dan mengeklaim tidak mengintimidasi jurnalis bernama Ahmad Amri.

"Tidak benar itu. Karena perkara yang ditanyakan Amri, saya juga tidak mengerti perkara apa," ujarnya.

Menurutnya, jika informasi tersebut memang valid, ia mempersilakan jika ada yang ingin melaporkan dirinya baik ke Internal kejaksaan maupun pihak lainnya.

"Kalau jelas, A1, silakan lapor. Jangan memojokkan saya sudah menerima uang Rp30 juta. Perkara yang mana, orangnya mana, jangan menjudge(menghakimi) saya," paparnya.

Anton juga mengancam akan melapor balik jika tudingan tersebut tidak benar dan fitnah.

"Apabila keterangan itu ada sumbernya, saya siap tanggung jawab. Tetapi, kalau tidak ada, saya tuntut balik," katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait