#korupsi#cpo#mantanmendag

Kejagung Jadwalkan Periksa Eks Mendag M Lutfi Besok

Kejagung Jadwalkan Periksa Eks Mendag M Lutfi Besok
Muhammad Lutfi, mantan Menteri Perdagangan dijadwalkan diperiksa Kejasaan Agung. (Foto:Antara)


Jakarta (Lampost.co)--Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung akan memeriksa mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam perkara korupsi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. Kepastian itu dikonfirmasi oleh Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi.


"Betul (Lutfi diperiksa besok)," kata Supardi melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Juni 2022.

Supardi menegaskan, Lutfi akan diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang terjadi antara Januari 2021 sampai Maret 2022. Sebelumnya, Kejagung selalu menjawab secara diplomatis ihwal rencana pemeriksaan Lutfi ketika masih menjadi Mendag.

Konfirmasi terkahir mengenai rencana pemeriksaan itu dilakukan pada Selasa, 14 Juni sebelum Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya. Saat itu, Supardi mengatakan pemeriksaan terhadap Lutfi tergantung relevansi kebutuhan penyidik.

"Yang jelas saya katakan, nanti kalau misalnya memang relevan dibutuhkan, kan juga diperiksa. Kalau endak, ya endak. Kita evaluasi dulu," ujarnya pekan lalu.

Lutfi menjadi salah satu yang di-reshuffle Presiden. Posisinya sebagai Mendag diganti dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Dalam kasus tersebut, penyidik Gedung Bundar telah menersangkakan lima orang, termasuk anak buah Lutfi saat menjadi Mendag, yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Pedagangan Indrasari Wisnu Wardhana.

Selain Wisnu, tersangka lain yang telah ditahan oleh penyidik JAM-Pidsus adalah Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Berikutnya ada nama Picare Tagore selaku General Manager PT Musim Mas dan Lin Che Wei (LCW) alias Weibinanto Halimjati. LCW merupakan pendiri dan penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia yang jasanya digunakan Kemendag. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait