#beritalampung#beritalamsel#proyekjalan#jalanrusak

Kecewa Perbaikan Jalan Nasional Asal Jadi, Puluhan Warga Berdemo di Balai Besar Jalan Nasional

Kecewa Perbaikan Jalan Nasional Asal Jadi, Puluhan Warga Berdemo di Balai Besar Jalan Nasional
Sejumlah masyarakat melalukan demonstrasi di Balai Besar Jalan Nasional. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): Polemik perbaikan jalan nasional ruas jalan Natar menuju Bandara Raden Intan II bakal panjang. Pasalnya Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan melakukan orasi setelah menerima banyak laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa perbaikan jalan nasional itu asal jadi.

Direktur Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan, Romli, menilai polemik jalan nasional menjadi asumsi publik melalui pemberitaan di media massa. Selain itu, ada banyak laporan yang masuk dari masyarakat bahwa perbaikan tambal sulam jalan itu tidak bertahan lama sehingga setiap saat dilakukan perbaikan menggunakan uang dari negara.

"Laporan masuk sangat banyak soal jalan nasional yang ditambal sulam terutama di jalan menuju Bandara, jalan Sukarno-Hatta (bypass), hingga ke kabupaten lain. Kami turun menyuarakan masyarakat supaya ada tindakan dari penegak hukum," kata Romli, Kamis, 3 November 2022.

Selain melakukan orasi, kata Romli, pihaknya juga melayangkan surat laporan terkait jalan itu ke penegak hukum, seperti Kejati Lampung, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ke Kejaksaan Agung.

"Anggaran untuk perbaikan jalan nasional itu lebih Rp150 miliar. Hasilnya masyarakat bisa lihat sendiri, hampir setiap bulan diulang-ulang terus pekerjaannya. Tergugah lah hati penegak hukum ambil langkah mengapa jalan nasional ini selalu rusak sementara anggaranya sangat besar," katanya.

Pihaknya meminta kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk transparan terkait perbaikan jalan nasional tersebut. Dia juga meminta Polda, Kejati Lampung, dan KPK mengusut tuntas perbaikan jalan itu.

Andri Kurniawan salah satu peserta demo menilai langkah masyarakat melakukan orasi merupakan bentuk protes terhadap pekerjaan yang tengah dilakukan, masyarakat kecewa jalan nasional yang mereka lintasi setiap hari selalu rusak dan menelan korban nyawa.

"Silahkan dicek dengan mata kepala dan hati kita. Lihat lah pembangunan tambal sulam jalan nasional menuju Bandara itu apakah layak dikatakan bagus. Bayangkan hampir setiap bulan ada kecelakaan meninggal dunia di jalan itu. Saya masyarakat yang mengatakan kecewa kepada pemerintah," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait