#oksigen#covid-19

Kebutuhan Oksigen Medis Naik 6 Kali Lipat

Kebutuhan Oksigen Medis Naik 6 Kali Lipat
Tabung oksigen. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen medis naik enam kali lipat lebih setelah Lebaran menjadi 2.500 ton per hari. Sebelum Idulfitri 1442 Hijriah pada Mei 2021, kebutuhan oksigen per hari hanya 400 ton. 

"Kapasitas produksi Indonesia 1.700 ton per hari sehingga ada gap," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin, 26 Juli 2021.

Menurut dia, untuk menutupi kekurangan itu, pemerintah memiliki dua strategi. Pertama, pemerintah mengimpor konsentrator atau alat pengonversi udara menjadi oksigen medis. Setiap 1.000 konsentrator oksigen bisa memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari. 

"Oxygen concentrator itu kayak pabrik oksigen kecil yang bisa dipasang di rumah atau di ranjang rumah sakit, yang penting ada listrik," jelas dia.

Saat ini, donasi konsentrator oksigen mencapai 17.000 unit dan terus bertambah. Pemerintah juga berencana membeli 20.000 unit untuk didistribusikan ke seluruh rumah sakit dan tempat isolasi terpusat.

"Agar orang yang membutuhkan oksigen yang positif (covid-19) bisa menghirup oksigen yang dihasilkan oxygen concentrator ini," tutur dia.

Strategi kedua, pemerintah akan menambah oksigen cair untuk rumah sakit, khususnya di ruang ICU. Hal itu akan terpenuhi melalui kapasitas ekstra dari industri yang memproduksi oksigen.

"Misalnya pabrik baja, pabrik smelter nikel, kemudian juga ada pabrik pupuk. Mereka memproduksi oksigen di dalam negeri yang nantinya akan kami tarik dan distribusikan ke seluruh provinsi," ungkap Budi.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait