#tmii#g20

Kebut Revitalisasi TMII Untuk Sambut G20

Kebut Revitalisasi TMII Untuk Sambut G20
Ilustrasi. Kegiatan G-20.


Jakarta (Lampost.co)--Menyambut perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali November 2022, pemerintah membenahi sejumlah fasilitas destinasi wisata. Salah satunya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di kawasan Jakarta Timur. Saat ini, revitalisasi taman miniatur Nusantara itu sudah hampir rampung.

"Ini sudah 98%, sebentar lagil selesai, langsung bisa dinikmati oleh masyarakat kembali," kata Presiden Joko Widodo kepada wartawan usai meninjau langsung TMII di Jakarta Timur, Selasa, 23 Agustus 2022,.

Presiden Jokowi mengatakan revitalisasi besar-besaran itu merupakan yang pertama sejak taman gagasan Presiden kedua RI, Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto tersebut dibangun pada medio 1975-an. Usai revitalisasi itu, dia berharap TMII bisa menjadi tujuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Karena itu saya titip pesan juga, tarifnya jangan mahal-mahal, rakyat harus tetap bisa menikmati TMII ini," kata Kepala Negara.

Saat menyambangi anjungan tiap provinsi di TMII, Presiden Jokowi mengaku menemukan banyak bangunan yang sudah rusak. Oleh karena itu, dia memerintahkan setiap pemerintah provinsi untuk merehabilitasi anjungan masing-masing.

Revitalisasi TMII diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI pada Juni lalu, menyatakan kementeriannya menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk revitalisasi TMII. Presiden Jokowi pun meminta pengelola TMII rutin menggelar kegiatan seni budaya di setiap anjungan maupun panggung-panggung terbuka yang ada.

"Jadi ada calender of event yang jelas, menjadi sebuah tontonan yang baik bagi rakyat terutama untuk anak-anak kita," katanya.

Berbeda dari kebanyakan forum multilateral, G20 tidak memiliki sekretariat tetap. Fungsi presidensi dipegang oleh salah satu negara anggota, yang berganti setiap tahun. 

Sebagaimana ditetapkan pada Riyadh Summit 2020, Indonesia memegang presidensi G20 pada 2022, dengan serah terima yang dilakukan pada akhir KTT Roma (30-31 Oktober 2021).

Mengangkat tema "Recover Together, Recover Stronger" Indonesia ingin mengajak seluruh dunia bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait