#ponpes#riyadhussolihin#pendidikan

Kebahagiaan Santri Yatim Riyadhus Solihin Jalani Ramadan

Kebahagiaan Santri Yatim Riyadhus Solihin Jalani Ramadan
Santri Ponpes Riyadhus Solihin saat tadarua Al-quran menjelang berbuka puasa, Rabu, 21 April 2021. Lampost.co/Effran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ramadan menjadi waktu untuk meningkatkan amal ibadah. Hal itu dilakukan ratusan santri yatim piatu di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandar Lampung. 

Di ponpes tersebut, seluruh kegiatan agama turut ditingkatkan, seperti tadarus quran, hafalan Al-quran, dan salat tarawih.

"Diutamakan hafalan selama Ramadan ini bisa bertambah. Kalau saya Alhamdulillah sudah tiga juz," kata salah satu santri, Rizki Rahmadani (16) di musala Ponpes, Rabu, 21 April 2021.

Selain itu, seluruh santri juga ditargetkan untuk bisa mengkhatamkan Al-quran sebanyak lima kali. Kemudian, penambahan pembelajaran pondok, khususnya bahasa Arab. 

"Untuk khatam Alhamdulillah saya sudah sekali dan menjelang dua kali. Kami tadarus setiap setelah solat wajib dan setelah tarawih sampai jam 22.00," ujarnya.

Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain, menjelaskan kegiatan santrinya selama Ramadan ditingkatkan. Mulai dari tadarus, hafalan Al-quran, hingga pembelajaran. Ditambah lagi solat tarawih, tahajud, dan itikaf.

"Tadarus dan hafalan Al-quran memang selalu rutin dilakukan pada hari biasa. Tapi, selama di Ramadan ini harus ditingkatkan. Jangan mentang-mentang puasa, malah jadi lemah. Justru puasa harus meningkatkan ibadah," kata Ismail.

Dia pun turut memotivasi seluruh santrinya agar bisa khatam Al-quran pada Ramadan ini. Salah satunya dengan memberikan hadiah uang Rp100 ribu tiap kali khatam. "Jadi kalau 10 kali khatam dapat Rp1 juta," ujarnya.

Kebahagiaan di ujung Ramadan pun akan dirasakan anak-anak yatim di Ponpes tersebut dengan mengenakan pakaian, sarung, dan mukena baru. "Kami beri baju baru dua setel tiap anak. Memang biayanya besar, tetapi tidak perlu khawatir, karena kami punya Allah," tegasnya.

Di masa lebaran, lanjut dia, akan ada beberapa anak yang pulang ke rumahnya. Namun, khusus untuk di dalam provinsi Lampung. "Di luar provinsi tidak pulang, seperti dari Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Aceh," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait