#ilegallogging#pembalakanliar#beritapesawaran#sonokeling

Kayu Sonokeling Jadi Incaran Utama Pembalakan Liar

Kayu Sonokeling Jadi Incaran Utama Pembalakan Liar
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pembalakan liar kian marak terjadi di beberapa daerah di wilayah Lampung. Kayu yang dibalak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini kebanyakan kayu sonokeling. Dimana kayu ini merupakan kayu yang memiliki serat dan tekstur kuat sehingga peminatnya sangat banyak. Hal ini disampaikan oleh Sumardi ketua Tahura Provinsi Lampung saat ditemui di Kantor UPT Tahura, Kemiling, Bandar Lampung, Jumat, 4 Oktober 2019.

Dia menjelaskan bahwa kayu sonokeling dibalak saat malam hari di beberapa titik register, dan yang paling terbaru ada pembalakan yang terjadi di Register 19 pada 27 September silam. Namun aksi pembalakan tersebut dihentikan oleh 150 warga yang meluapkan kekesalannya dengan membakar kendaraan pengangkut kayu tersebut.

"Yang paling terbaru pembalakan di Pesawaran, memang sonokeling merupakan kayu yang di incar oleh oknum illegal logging, kami saat ini masih terus upayakan tingkatkan penjagaan yang akurat," ujar dia.

Ia menjelaskan alasan sonokeling menjadi incaran utama para pembalak liar, karena kayu sonokeling memiliki nilai keindahan dan nilai dekoratif. Kayu juga sonokeling sangat awet dan tahan terhadap rayap dan jamur pembusuk kayu. Harga jual dari kayu ini juga sangat tinggi, sehingga tidak heran oknum sangat gencar melakukan pembalakan.

"Mengenai apakah ada unsur tersembunyi dan oknum yang membelakangi aksi ini, kami tidak bisa secara sepihak menyatakan itu. Padahal upaya penjagaan dari pagi hingga malam kami jalankan. Hanya saja, kami sering terkecoh tindakan ini. Masyarakat tidak henti-hentinya kami beri arahan dan masukan sehingga kerja kami selalu dioptimalkan dalam kasus ini," ujar dia.

Sumardi juga mengatakan bahwa hasil kayu yang dicuri ini tidak dijualbelikan di daerah Lampung, namun melewati jalur penyeberangan. "Ada yang ke arah Pulau Jawa dan perbatasan Sumatera Selatan. Harapan kami semoga permasalahan ini dapat cepat selesai dan teratasi," tambah dia.

EDITOR

Atika Oktaria

loading...




Berita Terkait


Komentar