Pembangunanpariwisata

Kawasan Wisata Terpadu Segera Dibangun

Kawasan Wisata Terpadu Segera Dibangun
Kawasan Wisata Terpadu Segera Dibangun. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- PT ASDP Indonesia Ferry bersama Pemprov Lampung, PT Hutama Karya dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mulai menggarap mega proyek kawasan wisata terpadu Bakauheni pada 2021 ini.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, mengatakan pihaknya bersama HK, PT ITDC dan Pemprov Lampung akan menyelesaikan visioning masterplan pengembangan kawasan pariwisata Bakauheni dalam waktu dekat.

Kawasan pariwisata terpadu Bakauheni yang dibangun di lahan seluas 214 hektare itu, akan berdiri Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, vila, dan taman bermain. 

"Pada tahap awal akan dimulai dengan pengembangan kompleks Taman Budaya Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan masjid berkapasitas 2.600 jamaah. Lalu museum kontemporer, restoran, sky bridge, dan toko sovenir dengan fasilitas parkir yang besar," kata Ira Puspadewi melalui siaran pers yang diterima Lampost.co, Rabu, 27 Januari 2021. 

Hadirnya Bakauheni Harbour City, kata Ira, kawasan wisata terpadu ini dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. "Jadi bukan hanya sebagai pelabuhan penyeberangan, tetapi menjadi lokasi favorit wisata baru bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara," harap Ira.

Ira memaparkan, berdasarkan data statistik pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lampung rata-rata mencapai 21,6 persen wisatawan Nusantara dan 21,5 persen wisatawan mancanegara pada 2019-2020.

Sementara data di ASDP, sekitar 20,7 juta penumpang menyeberangi pelabuhan Bakauheni-Merak setiap tahun. "Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata," katanya.

Selain itu, kehadiran Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheni yang dilengkapi kawasan komersial seperti mal dengan desain interior yang megah dan modern juga menjadi fasilitas pendukung. Fasilitas itu menyajikan hiburan dan edukasi dalam kemudahan jalur transportasi, dan akomodasi bagi keberadaan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City. 

Menurut Ira, pihaknya juga menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Lampung. "Pada rakor, Gubernur bersama seluruh stakeholder ingin menjadikan Bakauheni sebagai pilihan utama masyarakat Jakarta dan Sumatera untuk melakukan kunjungan wisata unggulan di Lampung," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait