#Korupsi#metro

Kasus Tipikor DLH di Metro Masuk Tahap Dua

Kasus Tipikor DLH di Metro Masuk Tahap Dua
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Virginia Hariztavianne. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co)-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro menyebut kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2020 sudah memasuki tahap kedua. Dimana dalam tahap ini hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung yang sudah keluar.

Kepala Kejari Metro, Virginia Hariztavianne mengatakan, berkas perkara mantan kepala DLH Kota Metro tersebut bakal diserahkan berikut dengan tersangka dan barang buktinya.

"Kami sudah terima hasil kerugian negara dari BPKP kemarin, dan hari ini rencananya kami akan menyiapkan berkas-berkas untuk dilaksanakannya tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti," kata dia, Rabu, 3 Agustus 2022.

Baca Juga : Mantan Kadis DLH Metro Jadi Tersangka Korupsi Penanganan Sampah

Dia menjelaskan, saat ini tersangka Eka Irianta telah menjalani masa penahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro.

"Nanti kita lihat perkembangannya habis tahap dua, karena yang bersangkutan sudah ditahan," ujarnya.

Ketika ditanya terkait dengan dugaan keterlibatan orang lain atas perkara itu, Kajari menyebutkan bahwa hingga kini masih menunggu perkembangan.

"Nanti kita lihat perkembangannya, kalau memang nanti disampaikan ternyata ada yang terlibat itu pasti akan ditambah," ujarnya.

Meski begitu, ketika ditanya terkait perkiraan adanya tersangka baru, Kajari menegaskan bahwa hingga kini masih berfokus dengan para saksi.

"Perkiraannya sampai saat ini masih saksi. Saksi sampai dengan hari ini masih bertambah terus, kemarin 20, tergantung dari keterangan yang dibutuhkan. Yang pasti ke sarana dan prasarana," tambahnya.

Kajari juga mengungkapkan bahwa telah terdapat lebih dari 20 orang saksi yang diperiksa Jaksa. Para saksi yang diperiksa terdiri atas pejabat, rekanan dan sejumlah pegawai.

"Pejabat, semuanya yang terkait dengan itu, rekanan dan lain-lain yang terkait," kata dia.

Sementara itu, hasil audit BPKP Provinsi Lampung menyebutkan bahwa negara mengalami kerugian sebesar Rp432.045.468 atas dugaan Tipikor DLH tahun 2020 yang menyangkut Kepala Dinasnya, Eka Irianta.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait