#suap#jalurmandiriunila

Kasus Suap Jalur Mandiri di Unila Disebabkan oleh Individu

Kasus Suap Jalur Mandiri di Unila Disebabkan oleh Individu
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila) Prof. Yulianto (Foto: Lampost/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar rapat lewat zoom, Kamis malam, 25 Agustus 2022, terkait seleksi dan penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri bersama.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila) Prof. Yulianto yang ikut serta rapat, merincinkan pada rapat zoom MRPTNI ada 40 Rektor PTN yang hadir untuk  membahas dan mengevaluasi mengapa terjadi peristiwa kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila.

"Hasil evaluasi masukan dari para rektor, kalau SMMPTN-Barat enggak salah. Yang itu salah individunya. Metode ataupun tata cara seleksinya, Kemendikbudristek memberi kewenangan kepada perguruan tinggi untuk rekrutan mahasiswanya itu yang akan dievaluasi," katanya pascapemilihan Ketua Senat Unila, Jumat, 26 Agustus 2022.

Ia mengatakan jika Unila juga melakukan program mahasiswa mandiri yang tergabung dalam konsorsium SMMPTN-Barat yakni ada 25 PTN yang tergabung dalam jalur mandiri SMMPTN-Barat.

"Dan tidak boleh membuat (jalur mandiri) menjadi bisnis. Nanti akan turun Peraturan Menteri yang baru, tapi kesimpulan rapat kemarin jalur Mandiri masih yang terbaik," jelasnya.

Menurutnya,  jalur mandiri menampung kearifan lokal dari beberapa wilayah, misalnya jika siswa hanya bersaing melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, kemampuan mahasiswanya pun akan kalah bersaing siswa di Lampung dengan siswa luar Lampung.

"Dengan mandiri ini dapat menampung kearifan lokal yakni masyarakat Lampung, bukan jual beli bangku," tuturnya.

Evaluasi dari Unila sedang diperbaiki seperti Peraturan Menteri, sehingga jalur mandiri akan lebih transparan dan lebih akuntabel.

"Kita cuma nambah teknisnya aja, misalnya ada syarat nilai akademiknya, sumbangan SPI, prestasi lainnya,"
pungkasnya. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait