#penganiayaan#beritalampung

Kasus Pengeroyokan Ojol Berujung Damai

Kasus Pengeroyokan Ojol Berujung Damai
Kesepakatan damai antara ojol korban pengeroyokan dan pemilik ayam geprek Bekokok. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Kasus pengeroyokan terhadap pengemudi ojek online (Ojol) Joddy Wijaya yang dilakukan karyawan ayam Geprek Bekokok, berujung damai, Rabu, 15 September 2021.

Persoalan tersebut sebelumnya lanjut ke proses hukum karena korban Joddy Wijaya, warga Labuhan Ratu, menolak tawaran pemilik resto ayam bekokok Rulli Boyke Hastien, untuk berdamai. Dengan kesepakatan perdamaian itu, korban pun mencabut laporannya.

Pemilik Resto Ayam Bekokok, Rulli Boyke Hastien, membenarkan perdamaian antara kedua pihak di atas materai. Dengan demikian proses hukum berhenti. "Ia sudah damai," kata Rulli.

Menanggapi perdamaian itu, Gaspool Lampung, sebagai organisasi pengemudi Ojol, merasa kecewa dengan sikap Joddy yang tidak komitmen dalam perkara tersebut.

Korban Joddy juga sulit ditemui dan dihubungi melalui telpon dan pesan singkat. Padahal sebagai sebuah tim, seharusnya komunikasi dibangun dengan baik dan lancar agar kasus hukum dapat dikawal dengan baik. 

"Ternyata pada perkembangannya, dalam sidang pertama di PN Tanjungkarang terungkap korban dan tiga pelaku sepakat berdamai pada 4 September 2021 ditandatangani di atas materai. Apa yang dilakukan membuat Ojol Lampung kecewa," ujar Ketua Umum Gaspool Lampung, Miftahul Huda. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait