#Hukum#Prungsewu#pelecehan#beritalampung

Kasus Pelecehan Seksual di Pringsewu Cukup Tinggi

Kasus Pelecehan Seksual di Pringsewu Cukup Tinggi
Kajari Pringsewu Asep Suntani Sunarya saat kunjungi rumah korban inses AG, Selasa (5/3/19). (Foto:Lampost/Widodo)


PRINGSEWU (Lampost.co)-- Kasus pelecehan seksual di Kabupaten Pringsewu dinilai cukup tinggi antara 65-70 persen jika di bandingkan kasus pidana umum.

Hal itu dijelaskan Kajari Pringsewu, Asep Suntani Sunarnya, saat mengunjungi korban inses di Pekon Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo, Selasa (5/3).

Tingginya kasus pelecehan seksual itu perbandingannya jika ada 11 kasus masuk ke kejaksaan sekitar 8 kasus kategori pelecehan seksual.

Dia menambahkan kasus pelecehan seksual yang masuk dalam laporan polisi ke kejaksaan biasanya persoalan pergaulan bebas. Modusnya biasanya diawali pacaran lalu setelah merasa di rugikan tidak bertanggung jawab sehingga keluarga perempuan lapor ke polisi. Kemudian tingginya pergaulan melalui medsos, juga memicu pelecehan seksual.
"Kurang lebih kasusnya seperti itu,"ungkap Kajari Pringsewu.

Kajari menambahkan terkait tingginya kasus pelecehan seksual, pihaknya siap bekerja sama untuk sosialisasi hukum di masyarakat. "Kami siap jika kecamatan dan pekon mengundang kami untuk memberikan penyuluhan hukum di masyarakat," ungkapnya.

Dia menambahkan peran aparatur, tokoh masyarakat dan orang tua sangat di butuhkan guna meminimalisir munculnya kasus-kasus pelecehan seksual.

Menurutnya, dengan sosialisasi hukum di harapkan masyarakat dan remaja bisa mengerti dan memahami persoalan hukum sehingga bisa menghindari masalah-masalah yang menyangkut pelanggaran seksual. 

EDITOR

Widodo

loading...




Komentar


Berita Terkait