#beritalampung#beritalamsel#mafiatanah

Kasus Mafia Tanah di Tanjungsari Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Mafia Tanah di Tanjungsari Naik ke Tahap Penyidikan
Sumaindra Jarwadi Direkur LBH Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Kasus mafia tanah di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan naik ke tahap penyidikan. Kasus tersebut bakal ada tersangka dugaan pemalsuan sertifikat tanah seluas 10 hektare.

"Sudah naik ke tahap penyidikan. Saat ini kita masih mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pemalsuan sertifikat lahan," kata Ditreskrimum Polda Lampung Reynold EP Hutagalung, Selasa, 2 Agustus 2022.

Dari kasus itu, Polda Lampung sudah memeriksa sejumlah saksi yang belum bisa disebutkan. Pemeriksaan itu dilakukan tim gabungan Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan

"Masih lanjut lagi pemeriksan oleh tim gabungan Subdit II Harda dan Polres Lampung Selatan. Mohon bersabar, kami dalam perkara ini sangat hati-hati," kata Reynold.

Pihaknya berjanji akan menyelesaikan dugaan pemalsuan sertifikat tanah yang merugikan banyak orang tersebut. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Desa Malangsari,Sumaindra Jarwadi mengatakan ia bersama masyarakat akan terus mengawal kasus ini. Dimana puluhan warga menjadi korban oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kami minta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, karena ada tanda-tangan warga yang dipalsukan dalam terbitnya sertifikat itu," katanya.

Kemudian, kuasa hukum Adi Muliawan, Mario Andriansah mengatakan masalah kliennya yang dilaporkan ke Polda Lampung sudah dikoordinasike terlapor. "Sudah saya sampaikan, cuma belum dapat perintah nanti diinfokan lagi," katanya.

Sebelumnya, Polres Lampung Selatan dan Polda Lampung sudah melakukan penyelidikan dan gelar perkara dugaan penyerobotan lahan milik warga seluas 10 hektare yang menyeret nama Jaksa Adi Muliawan.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait