#korupsi#pengadilan

Kasus Korupsi Pajak Air Lampung Tengah Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasus Korupsi Pajak Air Lampung Tengah Dilimpahkan ke Pengadilan
Kejaksaan Negeri Lampung Tengah melimpahkan berkas tersangka Yunizar ke pengadilan. Mantan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Tengah itu terjerat dugaan korupsi pajak air. Asrul


Bandar Lampung (Lampost co) -- Kejaksaan Negeri Lampung Tengah melimpahkan berkas tersangka Yunizar ke pengadilan. Mantan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Tengah itu terjerat dugaan korupsi pajak air.

Penuntut Umum Kejari Lampung Tengah telah mendaftarkan perkara tersebut ke PN Tipikor Tanjungkarang, Senin, 26 Juli 2021, dengan nomor surat pelimpahan, B-1284/L.8.15/Ft.1/07/2021

"Ia tadi kami pelimpahan berkas ke PN, untuk jadwal sidangnya sedang menunggu," ujar Kasi Intel Kejari Lampung Tengah, M Angga Mahatama, Senin, 26 Juli 2021.

Diketahui jabatan terakhir terdakwa yakni Asisten II Bidang Pembangunan Pemkab Lampung Tengah. Ia bakal didakwa karena mencatut Penerimaan Pembayaran Pajak Penggunaan air Bawah Tanah PT.GGP (Great Giant Pineapple) Triwulan III dan IV tahun 2017 dan Triwulan I,II, III tahun 2018.

Dari pemeriksaan Auditor Keuangan Negara BPKP Perwakilan Lampung, terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp983.042.204. Ia ditetapkan tersangka  berdasarkan Surat Penetepan Tersangka Nomor 01/L.8.15/Fd.1/03/2021 pada 24 Maret 2021.

"Kerugian negara sudah dipulangkan seluruhnya, dititipkan ke penyidik untuk disimpan dalam rekening penitipan sementara Kejaksaan Negeri Lampung Tengah," katanya.

Kejari Lampung Tengah sudah menyiapkan sejumlah Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.

"Ketua Timnya Kasipidsus M Rafli," paparnya.

Yunizar dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asiten II Bidang Pembangunan, beberapa waktu pasca ia ditahan di Rutan Kelas IIB Gunung Sugih pada 8 Juli 2021.

"Informasinya sudah mengundurkan diri," paparnya.

Informasi yang didapat Lampost.co, Yunizar bakal menjalani sidang dakwaan pada Kamis, 29 Juli, 2021.

Yunizar dijerat Pasal 2 Ayat (1), subsidair pasal 3 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf b UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait