#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritanasional

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Surabaya Mayoritas Disertai Komorbid

( kata)
Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Surabaya Mayoritas Disertai Komorbid
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra)

Surabaya (Lampost.co): Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jawa Timur, Febria Rachmanita menyebut per 28 Juli 2020, sebanyak 754 orang meninggal karena covid-19. Dari jumlah itu, 90 persen kasus memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Sebanyak 714 orang di antaranya meninggal disertai dengan komorbid. Sisanya murni karena kasus covid-19," ungkapnya, Minggu, 2 Agustus 2020.

Febria memastikan pihaknya melakukan pengawasan lebih terhadap masyarakat yang rentan tertular covid-19. Misalnya, warga memiliki penyakit penyerta, ibu hamil, serta lansia.

"Untuk warga yang memiliki komorbid seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi (HT), komplikasi DM dan HT, asma hingga jantung, dilakukan pemantauan ketat melalui Puskesmas," terangnya.

Ia juga menyarankan kepada warga yang memiliki komorbid agar tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk membeli obat.

"Kami melakukan pendataan dan menjadi tanggung jawab Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa menyiapkan obat-obat pasien komorbid," lanjut dia.

Bagi ibu hamil, mereka juga dipantau dan didampingi tiap-tiap bidan kelurahan. Bahkan, sejak pekan pertama kehamilan hingga melahirkan, ibu hamil di Surabaya menjadi tanggung jawab masing-masing bidan setempat.

"Selain memeriksakan kehamilan pada pekan ke 37, ibu hamil dilakukan usapan (swab). Setelah itu menentukan rumah sakit mana yang akan menjadi tempat rujukan Puskesmas," jelasnya.

Jika hasil tes usap positif covid-19, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit khusus. Sementara jika hasil usapan negatif dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar