#beritalampung#beritalampungterkini#kekerasanterhadapanak#kdrt

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Bandar Lampung Meningkat

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Bandar Lampung Meningkat
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus tindak kekerasan yang melibatkan anak di Bandar Lampung meningkat. Berdasarkan laporan yang diterima Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bandar Lampung sampai saat ini Komnas setempat terus mendata kasus yang melibatkan anak.

"Sampai dengan hari ini tambah satu laporan yaitu KDRT pada anak sehingga menjadi 9 kasus," ujar Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, Minggu, 27 November 2022.

Baca juga: IKA Undip Gelar Rakerda Bahas Program Kerja Kiprah Buat Lampung 

Dia menerangkana jumlah total pelaporan dan penanganan hingga 27 November 2022 ini terdapat 43 kasus yang terdiri dari pencabulan 10 kasus, penelantaran 3 kasus, sengketa anak 9 kasus, anak bermasalah hukum 4 kasus, pendidikan 4 kasus, KDRT pada anak 9 kasus, dan perundungan atau bullying 4 kasus.

"Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan sampai akhir 2021 lalu, yaitu 34 kasus dan akhir 2020 hanya 26 kasus," katanya.

Terkait banyaknya angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan anak, pihaknya menyayangkan hal itu dan ini harus menjadi perhatian khusus terutama oleh pemerintah.

"Harus ada upaya serius dan terarah dari pemerintah dan pemerintah harus hadir untuk mengatasi hal ini. Lainnya lagi pemerintah tidak dapat bekerja secara sendiri harus menggandeng lapisan masyarakat sebagai upaya bersama dalam mencegah serta menekan angka kekerasan fisik terhadap anak dan juga kekerasan seksual terhadap anak yang dominan kerap terjadi di Bandar Lampung," ujarnya.

Sebab, sebagian besar KDRT yang terjadi ikut menyeret anak yang akhirnya menjadi korban dan Komnas PA juga menilai kebanyakan kasus ini pelakunya adalah orang di dalam rumah sendiri.

"Lebih ke orang tua, baik kandung maupun tiri, kakek, nenek, paman, bibi, dan orang serumah," katanya.

Untuk itu, perlu dilakukan menggencarkan kepada masyarakat soal penanganan ekstra tentang peran serta melindungi dan mendidik anak sebagai bagian penting dalam sebuah keluarga.

"Peran yang sangat strategis tersebut antara lain dari lembaga masyarakat, seperti kami (Komnas PA), forum anak, peran sekolah di dunia pendidikan, dan para penggiat perlindungan anak lainnya," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait