insespencabulan

Kasus Inses Kembali Terjadi di Pringsewu

( kata)
Kasus Inses Kembali Terjadi di Pringsewu
GO alias Panjul pelaku inses diamankan Polsek Sukoharjo, Rabu (1/7/2020) malam. Dok Polsek.

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Kasus hubungan seksual sedarah atau inses kembali terjadi Kabupaten Pringsewu. Kali ini peristiwa tersebut menimpa warga Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo Pringsewu, yang mengaku telah diperkosa kakak kandungnya sendiri.

Pelaku Go alias Panjul (36) ditangkap jajaran Reskrim Polsek Sukoharjo pada Rabu, 1 Juli 2020, sekitar pukul 22.00 WIB. Penangkapan tersangka atas laporan korban WN (20), adik kandungnya sendiri, yang diduga telah diperkosa pada 21 Juni 2020.

Baca juga: Hubungan Intim Sedarah, Ayah dan 2 Anak di Sukoharjo Ditangkap

Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, mengatakan kronologis kejadian pada Minggu, 21 Juni 2020, sekitar pukul 01.30 wib korban diajak oleh pelaku untuk membeli makanan. Saat dalam perjalanan pelaku mengajak korban untuk melakukan persetubuhan dengan mengancam akan memukul, menampar dan membunuh jika menolak.

Sesampainya di rumah sekitar pukul 02.00 wib, tersangka mengikuti korban masuk ke kamar dan langsung mengajak adik kandungnya untuk berhubungan badan. Lagi-lagi pelaku mengancam korban akan membunuh jika tidak mau melayani hasratnya.

"Korban sempat melawan saat pelaku membuka paksa celananya di bawah ancaman, tetapi korban tidak berdaya karena pelaku menampar pipi, membekap mulut dan langsung menyetubuhinya," ungkap Iptu Musakir, Kamis, 2 Juli 2020.

Lanjutnya, pada pukul 02.30 Wib pelaku kembali mengulangi perbuatannya dan korban tetap melawan hingga kekerasan serupa pun terjadi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku GO mengakui khilaf telah melakukan pemerkosaan terhadap adik kandungnya.

"Pelaku sudah mempunyai istri dan seorang anak. Namun, sejak 6 bulan terahir pelaku ditinggal oleh istrinya bekerja di kepulauan Riau," tambahnya.

Guna mempertanggungkan perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 5 huruf (A),(B),(C) dan pasal 8 huruf A Jo pasal 46 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Jo Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar