DBDlamsel

Kasus DBD Kembali Muncul di Palas

( kata)
Kasus DBD Kembali Muncul di Palas
Pemegang Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Jalan (PRJ) Kecamatan Palas, Joko Prihanto saat melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke rumah pasien DBD di Desa Palasjaya, Kecamatam Palas, Lamsel, Jum'at (24/7/2020). Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali ditemukan di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 24 Juli 2020. Kali ini, satu kasus DBD muncul dari Desa Palasjaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, setidaknya sepanjang Juni hingga Juli ditemukan lima kasus DBD di Desa Palasjaya. Dimana, tiga kasus pada Juni dan dua kasus di bulan Juli. 

Pemegang Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Jalan (PRJ) Kecamatan Palas, Joko Prihanto mengatakan pihaknya kembali menemukan satu kasus di Desa Palasjaya. Dimana, kali ini DBD menyerang Kusmawati (35) warga Rt/Rw 003/001.

"Kami mendapatkan pemberitahuan dari pihak RSUD Bob Bazar Kalianda kalau ada satu warga Desa Palasjaya yang positif terserang gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Artinya ditengah pandemi Covid-19, DBD masih saja muncul," kata dia, Jumat, 24 Juli 2020.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke rumah pasien DBD. Dimana, pihaknya telah menemukan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dibeberapa genangan air di ban bekas. 

"Saat kami PE, banyak sekali ditemukan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti. Untuk itu, kami langsung memberikan abate kepada masyarakat supaya tidak banyak korban lagi. Kemudian, dalam waktu dekat kami akan melakukan fogging," kata dia. 

Menurut Joko, sepanjang Januari hingga Juli 2020 telah ditemukan sebanyak 27 kasus DBD. Sejauh ini paling banyak ditemukan kasus DBD, yakni di Desa Palaspasemah 5 kasus dan Palasjaya 5 kasus. 

"Secara merinci, Januari ada empat kasus, Februari delapan kasus, Maret enam kasus, Mei 2 kasus, Juni 5 kasus dan Juli 2 kasus. Sedangkan, pada April sama sekali tidak ada kasus," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Palasjaya, Sugiarto mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggerakkan masyarakat setempat untuk gotong-royong melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

"Insyaallah, kami akan melakukan gerakan PSN serentak. Hal ini supaya tidak ada ada lagi kasus DBD yang menyerang warga kami," kata dia. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar