#kasusdbd#lamsel

Kasus DBD di Sumberagung Meningkat

( kata)
Kasus DBD di Sumberagung Meningkat
Petugas Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat melakukan fogging di Desa Sumberagung, Minggu (1/3/2020). Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Kasus Demam Berdarah Dengae (DBD) di Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, terus meningkat. Masyarakat desa setempat diminta untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan pada musim pancaroba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, hingga Februari 2020 setidaknya ada 17 kasus ditemukan di Desa Sumberagung. Padahal, pada Januari lalu hanya ada 6 kasus. Jumlah itu menyatakan Desa Sumberagung memiliki kasus DBD terbanyak. 

Sedangkan, pada 2019 lalu Desa Sumberagung memiliki kasus DBD paling tertinggi di Kecamatan Sragi sebanyak 32 Kasus DBD. Hal ini membuktikan kesadaran kebersihan lingkungan masih rendah.

Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Sucipto mengatakan kasus DBD di Desa Sumberagung alami peningkatan hingga akhir Februari. Dimana, saat ini sudah ditemukan 17 kasus DBD dari sebelumnya pada hanya ada enam kasus.

"Ada penambahan sebanyak 11 kasus DBD di Sumberagung. Meningkatnya kasus DBD di Desa Sumberagung ini disebabkan kesadaran masyarakat yang lemah untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata dia.

Meski demikian, kata Sucipto, pihaknya telah turun ke lokasi atau kerumah si penderita DBD untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Kemudian, Pihaknya melakukan pengasapan atau fogging.

"Namun, fogging ini bukan solusi utama untuk memberantas DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tapi, yang paling efektif adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu bisa memutus mata rantai nyamuk DBD," kata dia.

Secara keseluruhan, kata Sucipto, kasus DBD di Kecamatan Sragi berjumlah 41 kasus yang tersebar di desa, yakni Sumberagung 17 kasus, Sukapura 14 kasus, Baktirasa 4 kasus, Kedaung 2 kasus, Bandaragung 2 kasus, Mandalasari 1 kasus dan Margajasa 1 kasus.

"Dengan jumlah itu belum dikatakan kasus luar biasa (KLB). Kemudian, dari 41 kasus iti tidak ada pasien DBD hingga merenggut nyawa," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Ali Rohim mengatakan dengan banyaknya kasus DBD yang terjadi di Desa Sumberagung, pihaknya telah mengajak masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan masing-masing.

"Bahkan, dalam dua pekan terakhir kami sudah menggakkan gotong royong Jum'at bersih. Kami sudah imbau masyarakat untuk menerapkan 3M, yakni menguras dan menutup bak penampungan dan mengubur barang bekas atau potensi genangan air," kata dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar